Efektivitas Asset Recovery dalam Tindak Pidana Korupsi
Abstract
Corruption is an extraordinary crime that causes substantial losses to state finances and hinders national development. Efforts to eradicate corruption should not merely focus on punishing perpetrators but must also prioritize restoring state financial losses through an asset recovery mechanism. This study aims to analyze the effectiveness of asset recovery in restoring state losses resulting from corruption crimes in Indonesia and to identify the obstacles affecting its implementation. This research employs a normative legal research method using statutory and conceptual approaches. Data were collected through library research consisting of primary, secondary, and tertiary legal materials. The findings indicate that Indonesia has established several legal instruments supporting asset recovery, including the Anti-Corruption Law, the Law on the Prevention and Eradication of Money Laundering, and the ratification of the United Nations Convention Against Corruption (UNCAC). However, its implementation remains ineffective due to several challenges, such as difficulties in asset tracing, weak coordination among law enforcement agencies, limited human resources, complexities in legal proof, and obstacles in international cooperation. Therefore, strengthening legal regulations, enhancing the capacity of law enforcement officers, optimizing international cooperation, and accelerating the enactment of asset forfeiture legislation are necessary to improve the recovery of state losses resulting from corruption crimes.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Arifin, R., Utari, I. S., & Subondo, H. (2016). Upaya pengembalian aset korupsi yang berada di luar negeri (asset recovery) dalam penegakan hukum pemberantasan korupsi di Indonesia. Indonesian Journal of Criminal Law Studies, 1(1), 105–137.
Cahyadi, A. R. (2018). Pengembalian aset (asset recovery) hasil dari tindak pidana korupsi yang berada di luar negeri oleh kejaksaan bidang intelijen. Jurnal NESTOR Magister Hukum, 14(3), 1–15.
Hamamah, F., & Bahtiar, H. H. (2019). Model pengembalian aset (asset recovery) sebagai alternatif memulihkan kerugian negara dalam perkara tindak pidana korupsi. Mahkamah: Jurnal Kajian Hukum Islam, 4(2), 255–270.
Haswandi. (2017). Pengembalian aset tindak pidana korupsi pelaku dan ahli warisnya menurut sistem hukum Indonesia. Jurnal Hukum dan Peradilan, 6(1), 145–172.
Hutapea, R. M., & Yusuf, H. (2026). Perampasan aset sebagai upaya pemulihan kerugian keuangan negara akibat tindak pidana korupsi (Studi kasus: Putusan Pengadilan Tipikor dalam perkara PT Asuransi Jiwasraya). Jurnal Intelek dan Cendikiawan Nusantara, 2(6).
Jumantoro, T. R. P., Satya, R. M., & Rahmadan, F. N. (2025). Analisis kerangka regulasi asset forfeiture dalam mengakhiri praktik impunitas korupsi: Studi komparasi dengan negara Singapura, Inggris, dan Thailand. Jurnal Inspektorat, 1(1), 12–26.
Mahmud, A. (2018). Problematika asset recovery dalam pengembalian kerugian negara akibat tindak pidana korupsi. Jurnal Yudisial, 11(3), 347–366.
Mawardi Kasi. (2015). Recovery asset hasil tindak pidana korupsi dalam aspek kebijakan hukum pidana. Jurnal Kajian Hukum dan Keadilan.
Paruntu, N. K., & Sudiro, A. (2025). Pergeseran paradigma pemulihan aset dalam tindak pidana korupsi untuk mewujudkan optimalisasi pengembalian kerugian negara. Jurnal USM Law Review, 8(3).
Pradewi, N. N. T., et al. (2025). Kendala pelaksanaan asset recovery oleh Kejaksaan Negeri Badung dalam pemulihan kerugian negara akibat tindak pidana korupsi. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(1), 88–102.
Rosita. (2020). Dinamika baru dalam pemulihan aset akibat korupsi di Indonesia. Journal of Judicial Review, 22(1), 15–29.
Salamor, A. M. (2023). Penegakan hukum terhadap asset recovery tindak pidana korupsi di Indonesia. MATAKAO Corruption Law Review, 1(2), 59–73.
Stolen Asset Recovery Initiative (StAR). (2011). Barriers to asset recovery: An analysis of the key barriers and recommendations for action. The World Bank & United Nations Office on Drugs and Crime.
Transparency International. (2024). Corruption perceptions index 2024. Transparency International. https://www.transparency.org
United Nations Office on Drugs and Crime. (2004). United Nations Convention Against Corruption. United Nations. https://www.unodc.org
World Bank, & United Nations Office on Drugs and Crime. (2007). Stolen asset recovery (StAR) initiative: Challenges, opportunities, and action plan. The World Bank. https://www.worldbank.org
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2006 tentang Pengesahan United Nations Convention Against Corruption (UNCAC) 2003.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.
Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).
Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).
DOI: https://doi.org/10.31289/juncto.v8i1.7130
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 JUNCTO: Jurnal Ilmiah Hukum

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

