Krisis dan Reformasi: Standard of Treatment dalam Perjanjian Investasi Bilateral di Negara Dunia Ketiga

Syahrul Fauzul Kabir

Abstract


Perjanjian internasional antar dua negara yang bertujuan untuk melindungi investasi, yakni perjanjian investasi bilateral (bilateral investment treaty/BIT), mengalami krisis karena rumusannya dinilai tidak seimbang dalam melindungi kepentingan negara dunia ketiga. Indonesia, India, Brazil, dan Afrika Selatan tergolong sebagai negara dunia ketiga yang mereformasi krisis tersebut melalui perumusan ulang BIT. Seluruh aturan substantif BIT terangkum ke dalam terma yang disebut standard of treatment. Standard of treatment di sini merujuk pada pengertian sempitnya: international minimum standard of treatment yang mencakup fair and equitable treatment (FET) dan full protection and security (FPS). Dalam rumusan FET berlaku ketentuan bahwa semakin sederhana FET dirumuskan, semakin longgar norma tersebut dapat ditafsirkan. Dan semakin longgar rumusan FET dapat ditafsirkan, semakin sempit ruang yang tersisa bagi kebijakan negara. Negara dunia ketiga mengantisipasi hal tersebut dengan tidak mengadopsi rumusan yang sederhana. Menyangkut rumusan FPS, tindakan paling reformis dilakukan oleh Brazil dengan menghapus rumusan FPS dalam BIT-nya. Sementara itu, India dan Afrika Selatan membatasi prinsip FPS dengan mengatur ruang lingkupnya. Kedua negara tersebut juga membatasi tafsiran prinsip FPS berbasiskan norma hukum kebiasaan internasional. Sedangkan Indonesia terkesan ambigu. Sekalipun membuat pembatasan dalam BIT terbarunya, masih tersisa rumusan FPS yang terbuka atas penafsiran yang ekspansif jika terjadi sengketa investasi berbasiskan BIT Indonesia.


Full Text:

PDF

References


Agreement on Cooperation and Facilitation of Investments (ACFI) (2015).

Bonnitcha, J., Poulsen, L. N. S., & Waibel, M. (2017). The Political Economy of the Investment Treaty Regime. Oxford University Press.

Chimni, B. S. (2018). Customary International Law: A Third World Perspective. American Journal of International Law, 112(1).

Choer Moraes, H., & Hees, F. (2018). Breaking the BIT Mold: Brazil’s Pioneering Approach to Investment Agreements. AJIL Unbound, 112, 197–201.

Dolzer, R., & Schreuer, C. (2008). Principles of International Investment Law. Oxford University Press.

Grierson-Weiler, T. J., & Laird, I. A. (2008). Standards of Treatment. In P. Muchlinski, F. Ortino, & C. Schreuer (Eds.), The Oxford Handbook of International Investment Law.

India Model Bilateral Investment Treaty (BIT) (2016).

Indonesia-Singapore Bilateral Investment Treaty (2018).

Kabir, S. F. (2023). Krisis dan Reformasi: Hak untuk Mengatur dalam Perjanjian Investasi Bilateral di Negara Dunia Ketiga. Undang: Jurnal Hukum, 6(1), 151–187. https://doi.org/10.22437/ujh.6.1.151-187

Malik, M. (2011a). Fair and Equitable Treatment. The International Institute for Sustainable Development, September 2009.

Malik, M. (2011b). The Full Protection and Security Standard Comesof Age: Yet another challenge for states in investment treaty arbitration? The International Institute for Sustainable Development, November.

Miles, K. (2013). The Origins of International Investment Law. Cambridge University Press.

Protection of Investment Act 22 (2015).

Ranjan, P., & Anand, P. (2017). The 2016 Model Indian Bilateral Investment Treaty: A Critical Deconstruction. Northwestern Journal of International Law and Business, 38, 17.

Skovgaard Poulsen, L. N. (2014). Bounded rationality and the diffusion of modern investment treaties. International Studies Quarterly, 58(1), 1–14.

Sornarajah, M. (2010). The International Law on Foreign Investment. Cambridge University Press.

Sornarajah, M. (2011). Mutation of Neo-liberalism In Internatinal Investment Law. Trade Law and Development, 3(1).

United Nations. (2010). Fair and Equitable Treatment. UNCTAD Series on Issues in International Investment Agreements II.

Vandevelde, K. J. (2016). The liberal vision of the international law on foreign investment. In C. L. Lim (Ed.), Alternative Visions of the International Law on Foreign Investment. Cambridge University Press.




DOI: https://doi.org/10.31289/juncto.v7i2.6209

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 JUNCTO: Jurnal Ilmiah Hukum

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.