Pengujian Pupuk Organik Cair Dari Kolam Limbah Pabrik Kelapa Sawit Dan Pupuk Hayati Biofertiizer Pada Bibit Kelapa Sawit Di Main Nursery

Ermaja King Sihaloho, Nur Aisyah Dalimunte, Ade Angga Sahfitra, Gusmeizal Gusmeizal

Abstract


Kebijakan pemerintah menerapkan industri energi terbaharukan dari minyak sawit memberi peluang penyediaan bahan tanaman dalam jumlah yang sangat besar untuk memenuhi kebutuhan perluasan areal kelapa sawit. Harga pupuk yang terus meningkat setiap tahun menjadi masalah bagi produsen penyedia bibit kelapa sawit. Penggunaan pupuk organik cair (POC) dari limbah pabrik kelapa sawt dan pupuk hayati Biofertilizer merupakan salah satu alternatif untuk mengurangi ketergantungan akan pupuk anorganik yang selama ini digunakan di pembibitan kelapa sawit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberiaan pupuk organik cair pada bibit kelapa sawit dan pupuk haya biofertilizer nyata menghasilkan pertumbuhan bibit kelapa sawit di main nursery dibandingkan dengan penggunaan pupuk anorganik. Penggunaan POC dari limbah kelapa sawit pada dosis 2,25 cc per bibit per sekali aplikasi nyata lebih baik pertumbuhannya dibanding dengan penggunaan pupuk anorganik. Demikian pula pemberian pupuk hayati pada dosis 0,3% nya menghasilkan pertumbuhan bibit yang lebih baik dibandingkan dengan pemberian pupuk anorganik, akan tetapi bila kedua perlakuan tersebut dikombinasikan justeru tidak lebih baik dibandingkan dengan pemberian pupuk anorganik.

Keywords


POC Dari Limbah KS; Pupuk Hayati Biofertilizer; Bibit KS Main Nursery.

Full Text:

PDF

References


Adesemoye, A. O., & Kloepper, J. W. (2009). Plant–microbes interactions in enhanced fertilizer-use efficiency. Applied Microbiology and Biotechnology, 85(1), 1–12. https://doi.org/10.1007/s00253-009-2196-0

Chen, Y., De Nobili, M., & Aviad, T. (2014). Stimulatory effects of humic substances on plant growth. In F. Magdoff & R. Weil (Eds.), Soil organic matter in sustainable agriculture (pp. 103–129). CRC Press.

Dalimunthe, N. A., Simatupang, D., & Aziz, R. (2023). Integrasi pupuk organik cair dan biofertilizer terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit. Jurnal Agroteknologi Tropika, 12(2), 45–53.

Ditjenbun. (2022). Statistik perkebunan Indonesia: Komoditas kelapa sawit 2022. Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian RI.

GAPKI. (2021). Laporan tahunan industri kelapa sawit Indonesia 2021. Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia.

Husen, E., Saraswati, R., & Simanungkalit, R. D. M. (2017). Mikroba tanah dan fungsinya bagi pertanian berkelanjutan. Balai Penelitian Bioteknologi Pertanian.

Indrawan, R., Siregar, H., & Hutapea, R. (2020). Pemanfaatan limbah cair pabrik kelapa sawit sebagai pupuk organik cair terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit. Jurnal Agroteknologi Tropika, 8(2), 87–95.

Isroi. (2020). Teknologi pengolahan limbah cair pabrik kelapa sawit menjadi pupuk organik cair. Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia.

Kementerian Lingkungan Hidup. (2014). Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014 tentang Baku Mutu Air Limbah. Kementerian Lingkungan Hidup RI.

Lestari, W., Purwanto, H., & Nasution, A. H. (2020). Efektivitas kombinasi pupuk organik cair dan biofertilizer terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.). Jurnal Pertanian Tropik, 37(2), 121–130.

Nasution, A. H., Lubis, E., & Ramadhani, D. (2020). Efektivitas kombinasi pupuk organik cair dan biofertilizer terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit. Jurnal Penelitian Kelapa Sawit, 28(3), 179–188.

Pahan, I. (2010). Panduan lengkap kelapa sawit: Manajemen agribisnis dari hulu hingga hilir. Penebar Swadaya.

PT Pupuk Indonesia. (2020). Laporan tahunan: Kinerja harga pupuk nasional 2016–2019. PT Pupuk Indonesia (Persero).

Putri, D. R., & Harahap, G. (2021). Pengaruh biofertilizer berbasis Rhizobium terhadap pertumbuhan awal kelapa sawit. Jurnal Ilmiah Pertanian (JIPERTA), 5(1), 33–40.

Rahman, A., Nuraini, A., & Siregar, S. (2019). Pemanfaatan pupuk organik cair limbah kelapa sawit untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman hortikultura. Jurnal Ketahanan Pangan dan Gizi, 28(1), 15–23.

Ruzzi, M., & Aroca, R. (2015). Plant growth-promoting rhizobacteria act as biostimulants in horticulture. Scientia Horticulturae, 196, 124–134. https://doi.org/10.1016/j.scienta.2015.09.013

Sembiring, M. F., Harahap, Z., & Ginting, A. M. (2017). Korelasi antara skala warna daun dan kadar nitrogen terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.). Jurnal Agroekoteknologi, 5(1), 45–53.

Simanjuntak, M. E., Sihombing, P., & Hutapea, J. (2022). Pengaruh pupuk organik cair terhadap aktivitas mikroorganisme tanah pada bibit kelapa sawit. Jurnal Agroekoteknologi, 10(2), 95–104.

Soepardi, G. (1983). Sifat dan ciri tanah pertanian. Departemen Ilmu Tanah, Institut Pertanian Bogor.

Suhartati, S., & Suryanto, D. (2018). Interaksi pupuk organik dan biofertilizer terhadap pertumbuhan tanaman kelapa sawit di pembibitan utama. Jurnal Agroteknologi Tropika, 6(1), 33–40.

Suryadarma, I. G. (2021a). Tantangan implementasi kebijakan biodiesel B30 dan B50 di Indonesia. Jurnal Energi dan Kebijakan Publik, 9(1), 11–19.

Suryadarma, I. G. (2021b). Potensi dampak lingkungan dari penerapan kebijakan D100 di Indonesia. Jurnal Lingkungan Tropika, 5(3), 85–92.

Sutanto, R. (2021). Pupuk organik dan perannya terhadap pertumbuhan tanaman. Pustaka Pelajar.

Taiz, L., Zeiger, E., Møller, I. M., & Murphy, A. (2015). Plant physiology and development (6th ed.). Sinauer Associates.

Yuliani, R., Sipayung, M., & Saragih, A. (2018). Respon bibit kelapa sawit terhadap pemberian pupuk organik cair berbasis limbah pabrik kelapa sawit. Jurnal Pertanian Berkelanjutan, 7(2), 77–85.




DOI: https://doi.org/10.31289/jiperta.v8i1.6587

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Fakultas Pertanian
Universitas Medan Area
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License