Analisis Yuridis Konsolidasi Tanah Masyarakat Hukum Adat di Daerah Perkotaan

Siti Nur Khadijah, Idham Idham

Abstract


The existence of customary land rights in Article 3 of the Basic Agrarian Law is a common thing, because along with the territorial rights of indigenous peoples, they existed before the formation of the Republic of Indonesia. However, many problems with land in customary areas that arise in territorial and national sizes will never get a complete settlement without the fair treatment needed as a benchmark for determining the existence of customary rights and their implementation. The existence criteria for establishing customary rights consist of three elements, namely the existence of certain customary rights into the environment, the existence of certain customary law communities, and the purpose of taking the lives of indigenous peoples, and the existence of customary law regarding the maintenance of order, the use of controversial lands that apply and are adhered to by the government. culture. In this study using a normative juridical method. The results of this study show that there are still rules from the community, and there is no regulation on ulayat rights. Customary rights regulations can be a loophole for customary rights, even at the lowest level.

Keywords


Rural Land, Ulayat Land, Customary Law

Full Text:

PDF

References


Ambat, A., Sahari, A., & Perdana, S. (2020). Penanggulangan Bentrok Massa Akibat Konflik Pertanahan Oleh Satuan Brimob Polda Sumatera Utara. Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS), 3(1), 70-77. doi:https://doi.org/10.34007/jehss.v3i1.195

Aminuddin salle.dkk. 2010. Bahan ajar hukum agraria. Makassar: As publishing

Ana ramadhona, 2017, Pelaksanaan konsolidasi tanah perkotaan untuk pembangunan jalan by pass di kota Bukit tinggi, jurnal cendekia hukum Vol.3 No. 1, URL:http://e-jurnal.stihpm.ac.id/index.php/cendekeahukum/article/view/13/20, diakses tanggal 24 Mei 2021.

Ari Samadhi, 2016, Metode Penulisan Jurnal Ilmiah, Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

Boedi harsono, 2000, Himpunan peraturan-peraturan hukum tanah, Jakarta:Djambatan.

Chayadi, L. (2020). Implikasi Hukum Atas Kedudukan Warga Negara Asing Sebagai Ahli Waris Untuk Hak Milik Atas Tanah. Jurnal Ilmiah Penegakan Hukum, 7(2), 159-168. doi:https://doi.org/10.31289/jiph.v7i2.3977

Desi Handayani Simbolon.. (2017).Tinjauan Yuridis Tentang Peralihan Hak Atas Tanah Dalam Objek Sengketa. Jurnal Ilmiah Penegakan Hukum, 4 (2): 36-43.

Direktorat konsolidasi tanah – Kementerian agraria dan tata ruang/Badan Pertanahan Nasional, Analisis monitoring dan evaluasi Konsolidasi Tanah, 2014. Esak putri tri rahayu dan I ketut tjukup, 2018, Pengaturan hukum terhadap penataan ruang di Kota Denpasar dalam mengimplementasikan fungsi sosial tanah dari perspektif agraria, jurnal Kerthanegara, Vol.06 No.02, URL: https://ojs.unud.ac.id/index.php/Kerthanegara/article/view/38404, diakses tanggal 24 Mei 2021.

H. Idham, 2014, Konsolidasi tanah perkotaan dalam perspektif otonomi daerah guna meneguhkan kedaulatan rakyat dan negara berkesejahteraan- Edisi Kedua, Alumni, Bandung.

Happy Truzna wijaya, 2020, Tinjauan hukum pelepasan tanah ulayat, mimbar keadilan Vol.13 Nomor 1.

Hasan Basri, 2013, Keadilan dan kepastian hukum untuk pemegang hak atas tanah dalam pengadaan tanah untuk kepentingan umum, Jurnal IUS, Vol. 1 No.1.

Hasni, 2010, Hukum penataan ruang dan penatagunaan tanah dalam konteks UUPA-UUPR-UUPLH,Cet. 2, Rajawali pers, Jakarta Scivi junifer kapoh, 2017, pengaturan konsolidasi tanah untuk pembangunan perumahan menurut UU No.1 tahun 2011 mengenai Perumahan dan kawasan permukiman, Lex et societatis Vol.V No.6, URL : https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/lexetsocietatis/article/download/17915/17442, diakses tanggal 24 Mei 2021.

Hidayani, S., & Pohan, M. (2020). Aspek Hukum terhadap Perjanjian Pinjam Emas dengan Jaminan Tanah Sawah dalam Masyarakat Pidie. JURNAL MERCATORIA, 13(2), 204-215. doi:https://doi.org/10.31289/mercatoria.v13i2.4241

https://Gagasanhukum.Wordpress.com/2009/01/05/tantangan-dan-hambatan-konsolidasi-tanah-bagian-v/ diakses pada tanggal 10 Juni 2021.

Husen alting, 2010, Dinamika hukum dalam pengakuan dan perlindungan hak masyarakat hukum adat atas tanah (Masa lalu, kini dan Masa Mendatang), LaksBangPresSindo,Yogyakarta.

Limbong, D. (2017). TANAH NEGARA, TANAH TERLANTAR DAN PENERTIBANNYA. JURNAL MERCATORIA, 10(1), 1-9. doi:https://doi.org/10.31289/mercatoria.v10i1.614

Lora, V., & Mathon, B. (2021). Penelitian Formal Bukti Pemenuhan Kewajiban Penyetoran Pajak Penghasilan Final Pengalihan Hak atas Tanah dan/atau Bangunan. JURNAL MERCATORIA, 14(1), 29-37. doi:https://doi.org/10.31289/mercatoria.v14i1.4242

Lumban Tobing, A., Limbong, D., & Isnaini, I. (2021). Peran BPN dalam Penyertifikatan Hak Milik Atas Tanah Adat di Kantor Pertanahan Kabupaten Samosir. Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS), 4(2), 1186-1198. doi:https://doi.org/10.34007/jehss.v4i2.876

Martin roestamy(et al), Metode penelitian, laporan, dan penulisan karya ilmiah hukum pada Fakultas Hukum, 2015, Fakultas Hukum Universitas Djuanda, Bogor.

Masyhuri, A., Purnaweni, H., Herawati, A., & Priyadi, B. (2021). Kolaborasi Antar Stakeholders Dalam Manajemen Bencana Tanah Longsor Di Kota Semarang. Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS), 4(2), 854-862. doi:https://doi.org/10.34007/jehss.v4i2.759

Mudakir iskandar syah, 2015, Pembebasan tanah untuk pembangunan kepentingan umum, upaya hukum masyarakat yang terkena pembebasan dan pencabutan hak, Jala permata Aksara, Jakarta.

Nainggolan, N. (2016). PENYELESAIAN SENGKETA TANAH HAK GUNA USAHA PT. EMHA DENGAN KELOMPOK TANI SEKAR RUKUN DI KECAMATAN SEI SUKA KABUPATEN BATUBARA. JURNAL MERCATORIA, 9(1), 19-34. doi:https://doi.org/10.31289/mercatoria.v9i1.321

Peraturan Kepala Badan Pertanahan Nasional RI No.5 tahun 2012 mengenai petunjuk teknis pengadaan tanah.

Peraturan Presiden No.71 Tahun 2012.

Perdana, A. (2014). TINJAUAN YURIDIS TERHADAP HAK PENGELOLAAN (HPL) ATAS TANAH DI PESISIR PANTAI TERKAIT UNDANG-UNDANG NOMOR 5 TAHUN 1960 TENTANG PERATURAN DASAR POKOK-POKOK AGRARIA (Studi di PT. Pelindo I (Persero) Cabang Belawan). JURNAL MERCATORIA, 7(1), 96-108. doi:https://doi.org/10.31289/mercatoria.v7i1.662

Pulungan, M.T. & Muazzul (2017). Tinjauan Hukum tentang Peralihan Hak Atas Tanah melalui Perjanjian Gadai di Bawah Tangan. Jurnal Ilmiah Penegakan Hukum, 4 (2): 60-71.

Rafiqi (2019). Tanah Grant Sultan Melayu Deli Menurut Teori Positivistik, Jurnal Ilmiah Penegakan Hukum, 6 (2) 2019: 102 – 107

Raja Guk-Guk, D., Isnaini, I., & Ramadhan, M. (2021). Efektifitas Validasi Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan terhadap Ketidaksesuaian Nilai Objek Pajak dalam Akta Jual Beli dengan Harga Sebenarnya. Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS), 4(2), 875-885. doi:https://doi.org/10.34007/jehss.v4i2.763

Retno Mumpuni, Dkk, 2017, Peran serta ondofolo dalam ganti rugi tanah untuk kepentingan umum yang berkeadilan jurnal ilmiah pendidikan pancasila dan kewarganegaraan, Vol.2 No.1.

Saleh, A., & Kamello, T. (2014). KESADARAN HUKUM MASYARAKAT DALAM JUAL BELI TANAH DENGAN AKTA PPAT DI KOTA BINJAI. JURNAL MERCATORIA, 7(1), 1-13. doi:https://doi.org/10.31289/mercatoria.v7i1.656

Sitorus, oloan, 2015, konsolidasi tanah, tata ruang, dan ketahanan nasional, STPN Press, Yogyakarta.

Undang-Undang No.2 Tahun 2012 tentang pengadaan tanah bagi kepentingan umum

Urip santoso, 2014, hukum perumahan, Kencana prenada media group, Jakarta.

Urip santoso, 2013, hukum agraria kajian komprehensif, kencana prenadamedia, Jakarta.

Waksito, dan Hadi arnowo, 2017, pertanahan, agraria, dan tata ruang, Kencana, Jakarta.

Widjaja, A., Widyantoro, V., Larasati, E., Irianti, L., & Maharani, R. (2020). Tanggung Gugat terhadap Pembebanan Hak Tanggungan atas Tanah Beserta Benda yang Akan Ada Berupa Gedung. JURNAL MERCATORIA, 13(2), 106-117. doi:https://doi.org/10.31289/mercatoria.v13i2.3741

Wirawan, V. (2019). Kajian Tertib Administrasi Pertanahan Tanah Kasultanan dan Tanah Kadipaten Setelah Berlakunya Perdais Yogyakarta, Jurnal Ilmiah Penegakan Hukum, 6 (2) 2019: 161 – 171

Yanis maladi, 2010, Eksistensi hukum adat dalam konstitusi negara pasca amandemen, Jurnal mimbar Hukum, Vol.22, Nomor 3.




DOI: https://doi.org/10.31289/arbiter.v3i2.635

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 ARBITER: Jurnal Ilmiah Magister Hukum

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Arbiter: Jurnal Ilmiah Magister Hukum

Program Pascasarjana Magister Hukum, Universitas Medan Area
Email: [email protected]
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License