Analisis Komparasi Usaha Agribisnis Antara Pola Tanam Tumpang Sari Tanaman Tomat Dan Cabai Dengan Tomat Monokultur Dan Cabai Monokultur

Ahmad Akbar Tambunan, Rika Fitri Ilvira

Abstract


This study aims to analyze the comparison of income, efficiency, and use of farming inputs between chili and tomato intercropping patterns and chili and tomato monoculture in Gong Pinto Village, Karo Regency. The method used is a quantitative descriptive method with a case study research type and the research subjects become informants who will provide various information needed during the research process. The results of this study show The results of the study show that the average total production of chili and tomato intercropping farmers reached 5,120.50 kg with an income of Rp. 53,765,250.00 and a total cost of Rp. 28,054,523.83, so that the net income obtained was Rp. 25,710,726.17. Meanwhile, chili monoculture farmers produced an average of 3,850 kg with an income of Rp. 40,425,000.00 and a total cost of Rp. 23,678,125.00, resulting in a net income of Rp. 16,746,875.00. The income per hectare of intercropping is higher than monoculture, which is Rp. 25,710,726.17 compared to Rp. 16,746,875.00. The results of the t-test show a calculated t value of 2.640 which is greater than the t table of 2.262, which confirms that there is a significant difference in income between the two farming systems. This study concludes that intercropping chili and tomato farming is more profitable than chili monoculture, with higher income and statistically significant differences.

Keywords


Intercropping;Monoculture; Farming Income

Full Text:

PDF

References


Adawiyah, R. (2022). Analisis Efisiensi Usahatani Padi Sawah di Kabupaten X. Jurnal Agribisnis Indonesia, 10(1), 45-53.

Ambarwati, S., Susanti, R., & Wijayanti, A. (2012). Pengaruh Pola Tanam Tumpangsari terhadap Produktivitas Lahan. Agritropica, 7(2), 123-130.

Audizawati, L., Rahmawati, D., & Setiawan, B. (2022). Dampak Diversifikasi Tanaman terhadap Pendapatan Petani di Kabupaten Y. Jurnal Ekonomi Pertanian, 15(3), 210-218.

Baharuddin, M. (2016). Analisis Kelayakan Usahatani Jagung di Kabupaten Z. Jurnal Agronomi, 14(2), 98-105.

Cahyono, B. (1998). Teknik Budidaya Tanaman Pangan. Jakarta: Penebar Swadaya.

Desmarina, D. (2009). Pengaruh Pola Tanam terhadap Hasil dan Pendapatan Petani. Jurnal Agribisnis, 11(1), 67-74.

Dewi, R., & Jumini, S. (2012). Analisis Pendapatan Usahatani Padi Sawah dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jurnal Agrisep, 13(1), 55-63.

Erwandri, E., Susanto, H., & Lestari, D. (2021). Efektivitas Pola Tanam Tumpangsari dalam Meningkatkan Produktivitas Lahan. Jurnal Ilmu Pertanian, 19(2), 145-152.

Fitriani, L. (2012). Pengaruh Teknologi Pertanian terhadap Produktivitas dan Pendapatan Petani. Jurnal Teknologi Pertanian, 8(1), 34-41.

Hakim, R. (2018). Dampak sistem monokultur terhadap kesuburan tanah dan produktivitas pertanian. Jurnal Agroekologi Berkelanjutan, 11(2), 55-71.

Handoko, H., Setiawan, B., & Wijaya, R. (2019). Analisis pola tanam tumpangsari dalam meningkatkan hasil pertanian. Jurnal Agribisnis Berkelanjutan, 7(2), 45-58.

Haryanto, A. (2017). Efektivitas pola tanam tumpangsari dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Jurnal Ilmu Tanaman, 12(1), 33-44.

Istiyastuti, T., & Yanuharso, W. (1996). Manajemen Usahatani dan Agribisnis. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Kusumaningrum, I. (2019). Inovasi Teknologi Pertanian dalam Meningkatkan Produktivitas Tanaman Pangan. Jurnal Agritech, 39(4), 301-308.

Le Bagousse-Pinguet, Y., Gross, N., & Maestre, F.T. (2014). Improving Predictions of Plant Community Assembly with Functional Traits. Journal of Vegetation Science, 25(3), 346-358.

Mangoendidjojo, W. (1983). Dasar-dasar Ilmu Tanah.Bandung: Alumni.

Mappigau, P. (2023). Peran Penyuluhan Pertanian dalam Meningkatkan Kesejahteraan Petani. Jurnal Penyuluhan, 19(1), 12-20.

Nafisah, S., Hidayat, T., & Rahman, A. (2019). Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keputusan Petani dalam Memilih Pola Tanam. Jurnal Agribisnis Terapan, 3(2), 89-97.

Pane, A., Siregar, H., & Nasution, M. (2018). Pengaruh Pola Tanam terhadap Pendapatan Petani di Kabupaten A. Jurnal Agrisains, 20(1), 15-22.

Permana, R. (2020). Analisis Efisiensi Usahatani Jagung pada Lahan Kering. Jurnal Agronomi Indonesia, 48(2), 105-112.

Prabowo, H. (2011). Manajemen Risiko dalam Usahatani. Jakarta: Bumi Aksara.

Pramono, S., Wibowo, A., & Setiawan, D. (2010). Analisis Kelayakan Usahatani Padi Organik. Jurnal Agribisnis dan Pengembangan Wilayah, 2(1), 45-53.

Pratama, F., & Andri, D. (2017). Pengaruh Diversifikasi Usahatani terhadap Pendapatan Petani. Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis, 1(3), 210-218.

Rahmawati, D., Setiawan, R., & Nugroho, T. (2018). Penerapan sistem tumpang sari pada pertanian hortikultura di Indonesia. Jurnal Hortikultura Indonesia, 9(3), 21-37.

Rismunandar, R. (1997). Pengelolaan Tanaman Terpadu. Bandung: Angkasa.

Saparso, D., & Haryanto, T. (2018). Pengaruh Pola Tanam terhadap Produktivitas dan Pendapatan Petani. Jurnal Agribisnis Indonesia, 6(2), 99-107.

Sari, M., & Prabowo, T. (2019). Pengaruh sistem monokultur terhadap serangan hama dan penyakit tanaman pangan. Jurnal Perlindungan Tanaman, 14(2), 89-102.

Setiawan, A., Nugroho, T., & Lestari, S. (2020). Efisiensi dan kendala dalam sistem pertanian monokultur di

Indonesia. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 15(3), 39-54.

Sesanti, V., & Sri, W. (2018). Dampak Pola Tanam Tumpangsari terhadap Pendapatan Petani Sayuran.

Jurnal Hortikultura, 28(3), 215-223.

Siagin, M. (2005). Pengaruh Teknologi Pertanian terhadap Produktivitas Tanaman Pangan.

Jurnal Teknologi Pertanian, 6(2), 89-96.

Simanjuntak, A., & Ginting, R. (2022). Studi pola tanam petani hortikultura di Kabupaten Karo: Studi kasus Desa Gong Pinto. Jurnal Agribisnis Sumatera Utara, 10(1), 88-102.

Soekartawi. (1995). Prinsip Dasar Ekonomi Pertanian. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Sudiono, S. (2006). Statistika untuk Ekonomi dan Bisnis. Jakarta: Erlangga.

Syahputra, R., Nugroho, D., & Rahmawati, L. (2017). Analisis Pendapatan Usahatani Jagung pada Lahan Kering. Jurnal Ekonomi Pertanian, 5(1), 88-97.

Suryani, L., & Hidayat, R. (2021). Manfaat pola tanam tumpang sari terhadap efisiensi lahan dan keberlanjutan pertanian. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 15(2), 14-29.

Tiandora, M., Lestari, H., & Susanto, W. (2019). Efisiensi Produksi Usahatani Padi dengan Sistem Organik

dan Konvensional. Jurnal Agroekoteknologi, 7(2), 120-130.

Tindall, H.D. (1983). Vegetables in the Tropics. London: Macmillan Press.

Utami, R., & Wibowo, S. (2020). Pengaruh sistem tanam terhadap efisiensi lahan dan pendapatan petani .

Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis, 8(3), 67-80.

Wijayani, P., & Widodo, A. (2005). Analisis Produktivitas Lahan dan Pendapatan Petani dengan Pola Tanam Tumpangsari. Jurnal Agronomi, 11(3), 78-85.

Yacob, I. (2009). Peningkatan Produktivitas Lahan melalui Pola Tanam Tumpangsari.

Jurnal Agroteknologi, 3(2), 112-118.

Zulfahmi, F. (2016). Dampak Diversifikasi Tanaman terhadap Pendapatan Petani Kecil di Indonesia. Jurnal Pembangunan Pertanian, 10(4), 222-230.




DOI: https://doi.org/10.31289/agrisains.v7i1.6022

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Program Pascasarjana Magister Agribisnis
Universitas Medan Area
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License