Analisis Perbedaan Pendapatan Usahatani Padi Sawah Sistem Tanam Jajar Legowo 2 : 1 Dengan 4 : 1 di Kecamatan Kualuh Selatan Kabupaten Labuhanbatu Utara

Safriadi Safriadi, Tumpal H. S. Siregar, E. Harso Khardinata

Abstract


This study aims to determine the differences in income and determine the feasibility of a 2: 1 to 4: 1 jowo legowo planting system in rice farming. The form of this research is a quantitative study with survey and observation methods in the field. The population in this study was the community of paddy rice farmers in 3 villages namely Siamporik village, Gunung Melayu village and Siduadua village in Kualuh Selatan District of North Labuhanbatu Regency and purposive sampling technique. The results showed that the legowo row 2: 1 with 4: 1 planting systems were significantly different in terms of static income, the average income of Jarwo 2: 1 farmers was 14,315,331 and Jarwo 4: 1 was 13,863,238 with R / C Jarwo 2: 1 ratio of 1,247 and Jarwo 4: 1 of 1,204, for Jarwo 2: 1 BEP analysis 4,970 and Jarwo 4: 1 BEP analysis of 5,065.

Keywords


Income, Paddy Rice, Legowo jajar Planting System

Full Text:

PDF

References


Ahmad, S. (2006). Analisis Komparasi Usahatani Pepaya dan Pisang Barangan Di Kabupaten Deli Serdang (Studi Kasus: Desa Negara Kec.STM Hilir Kab.Deli Serdang). Fakultas Pertanian USU. Medan.

Azwar Saihani. (2012). Analisis Faktor Sosial Ekonomi Terhadap Pendapatan Petani Padi Ciherang di Desa Sungai Durait Tengah Kecamatan Babirik Kabupaten Hulu Sungai Utara.

Badan Pusat Statistik. (2014). Propinsi Sumatera Utara, Statistik Nilai Tukar Petani.

Badan Pusat Statistik. (2016). Kabupaten Labuhanbatu Utara dalam Angka 2015.

Badan Pusat Statistik. (2016). Propinsi Sumatera Utara Dalam Angka 2015.

Daniel, M. (2002). Pengantar Ekonomi Pertanian. Bumi Aksara, Jakarta.

Dinas Pertanian Kabupaten Labuhanbatu Utara. (2016). Tentang Luas Areal Pertanian Padi tahun 2015

Harjadi, SS. (2002). Pengantar Agronomi. Gramedia Pustaka. Jakarta.

Herawati, W.D. (2012). Budidaya Padi. PT Buku Kita.Yogyakarta.

Hermanto. (2001). Ilmu Usahatani. Penebar Swadaya, Jakarta.

Hasanah, I. (2007). Bercocok Tanam Padi. Azka Mulia Media. Jakarta.

Ibrahim, Yakob. (2010). Studi Kelayakan Bisnis. Bhineka Cipta. Jakarta

Kementrian Pertanian, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (BBPT Padi). (2013). Sistem Tanam Legowo

Mubyarto. (2002). Pengantar Ekonomi Pertanian. LP3ES, Jakarta.

Nazir, Moh. (2005). Metode Penelitian Cetakan Keenam. Ghalia Indonesia, Jakarta.

Prawirokusumo, S. 2(000). Ilmu Usaha Tani. BPIE, Yogyakarta.

Putra Pratama. (2014). Analisis Pendapatan dan Kelayakan Usahatani Padi sawah Di Desa Sidondo1 Kecamatan Sigi Birimaru Kabupaten Sigi. Fakultas Pertanian Universitas Tadulako, Palu.

Rahim & Diah Retno. (2007). Ekonomika Pertanian. Penebar Swadaya, Jakarta

Soekartawi. (2002). Analisis Usahatani. Universitas Indonesia, Jakarta.

Soetopo L.(1993). Teknologi Benih. Rajawali Pers, Jakarta.

Sugeng, H. R., (2002). Bercocok Tanam Padi. Aneka Ilmu. Semarang.

Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Bisnis dan Aplikasi. Alfabeta, Bandung.

Suharno. (2009). Bahan Kuliah Serealia. Dinas Pertanian DIY.http://www. distan. ;pemda-diy.go.id 4 Pebruari 2017.

Suratiyah, Ken. (2009). Ilmu Usaha Tani. Penebar Swadaya : Jakarta.

Wirawan, Baran & Wahyuni, S. (2002). Memproduksi Benih Bersertifikat.Penebar Swadaya. Jakarta.




DOI: https://doi.org/10.31289/agrisains.v2i1.252

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Program Pascasarjana Magister Agribisnis
Universitas Medan Area
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License