Hubungan Empati dan Dukungan Sosial Teman Sebaya dengan Komunikasi Interpersonal pada Siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Binjai

Hadisty Fahrunnisa, Abdul Murad, Hasanuddin Hasanuddin

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan empati dan dukungan sosial teman sebaya dengan komunikasi interpersonal pada siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Binjai. Pendekatan pada penelitian ini adalah pendekatan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian korelasi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X dan XI MAN Binjai berjumlah 592 siswa. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 85 siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu menggunakan tiga skala yang terdiri dari skala empati, skala dukungan sosial teman sebaya dan skala komunikasi interpersonal. Teknik analisis data yang digunakan untuk menjawab hipotesis penelitian ini adalah regresi berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan positif yang signifikan antara empati dan dukungan sosial teman sebaya dengan komunikasi interpersonal dibuktikan dengan koefisien Rx_1.2y= 0.733 dan p = 0,000 (p< 0.05). Persentase sumbangan efektif dari kedua variabel bebas empati dan dukungan sosial teman sebaya dengan komunikasi interpersonal adalah sebesar 53.7%. Dari hasil ini diketahui bahwa masih terdapat 46.3% sumbangan dari faktor lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini. Dari hasil perhitungan mean hipotetik dan mean empirik diperoleh empati, dukungan sosial teman sebaya berada pada kategori tinggi. Disarankan kepada siswa untuk terus meningkatkan rasa empati terhadap sesama serta saling memberikan dukungan sosial kepada sesama teman sebaya.


Keywords


Empati, Dukungan Sosial Teman Sebaya, Komunikasi Interpersonal.

Full Text:

PDF

References


Arikunto. (2014). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. (Cetakan Kelimabelas). Jakarta: Rineka Cipta

Arni, Muhammad. (2005). Komunikasi Organisasi. Jakarta: Bumi Aksara

Astarini, Dilla., Nirwana, Herman., Ahmad, Risk. (2016). Hubungan Konsep Diri Sosial, Persepsi Siswa tentang Dukungan Sosial Orang Tua, dan Teman Sebaya dengan Komunikasi Interpersonal Siswa dan implikasinya terhadap Pelayanan Bimbingan dan Konseling. Jurnal Bimbingan dan Konseling Universitas Ngeri Padang.

Aw, Suranto. (2011). Komunikasi Interpersonal. Penerbit Graha Ilmu: Yogyakarta.

Azwar, Syaifuddin. 2012. Penyusunan Skala Psikologi Jilid 2. Yogyakarta: Pustaka Belajar.

Azwar, Syaifuddin. 2013. Teori dan Pengukurannya Edisi Kedua. Yogyakarta: Pustaka Belajar.

Baron, R.A, & Byrne, D. (2005) . Psikologi Sosial edisi 10. Jakarta: Erlangga.

Cangara, Hafied. (1998). Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta : Raja Grafindo Persada.

Daniel Goleman. (2006). Emotional Intelegence.Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Desmita. (2010). Psikologi Perkembangan Peserta Didik. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Devito, J, (1995). The Interpersonal Communication Book. Faourth Edition. New York: Harper and Row Edition.

Effendy, Onong Uchjana. (2002). Hubungan Masyarakat Suatu Studi Komunikologis. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Effendy, Onong Uchjana. (2007). Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.

Eisenberg, N, Fabes, R. A., Guthrie, I. K., & Reiser, M. (2000). Dispositional Emotionality and Regulation : Their Role in Predicting Quality of Social Functioning. Journal of Personality and Social Psychology, 78 (1), 136-157.

Farid Mashudi. (2012). Psikologi Konseling. Yogyakarta: IRCiSoD.

Nuzul., Zulkaida, Anita. (2008). Contribution of Empathy to Interpersonal Communication Competency Level One Students On. Gunadarma University.

Hardjana A.M, (2003), Komunikasi Interpersonal & Komunikasi Intrapersonal. Yogyakarta: Kanisius.

Hargie, Owen & Dickson, David. (2004). Skilled interpersonal communication. London: Routledge.

Hoffman, M.L. (2000). Empathy and Moral Develpoment: Implication for Caring and Justice. New York : Camridge University Press.

Hurlock,E.B. 1997.PsikologiPerkembangan:SuatuPendekatanSepanjangRentangKehidupan.Edisi 5.Jakarta:Erlangga.

Ibung, Dian. (2009). Mengembangkan Nilai Moral Pada Anak. Jakarta: Gramedia.

Light D. J. R. S. Keller. (1982). Sosoilogy. New York: Alfredo Knopt.

Lolita Hendriyati, (1998). Hubungan Antara Intensitas Komunikasi Interpersonal Dalam Keluarga dan Pergaulan Teman Sebaya Terhadap Kegiatan Belajar Pada Siswa Kelas II SMU 4 Yogyakarta tahun ajaran 1998/1999. Skripsi. Fakultas Ilmu Pendidikan UNY.

Nazir, Moh. (2013). Metode Penelitian. Bogor : Ghalia Indonesia.

Oktaviana, A.(2012). Hubungan locus of control dan dukungan sosial dengan reiliensi pada remaja penyandang tuna rungu. http://ejournal.psikologi.fisip-unmul.ac.id/.

Papalia, D.E., Old, S.W., Feldman, & R. D. (2008). Human Development. (Psikologi Perkembangan). Jakarta : Kencana.

Papalia, E. Diane. (2008). Human Development. (Diterjemahkan oleh A. K. Anwar). Jakarta: Prenada Media Group.

Pavri, Shireen & Lisa Monda-amaya. (2001). Social in Inclusive Schools: Stugentand Teacher Prespectives.Journal of The Council for ExceptionalChildren. Vol. 67. No. 3. Pp. 391-441.

Prayitno. (2004). Layanan Bimbingan Kelompok dan Konseling Kelompok. Universitas Negeri Padang.

Rahmawan, T. (2010). Dukungan Teman Sebaya dengan Kebermaknaan Hidup pada Remaja yang Tinggal di Panti Asuhan. http://ruang psikologi.wordpress.com.

Rakhmat, Jalaluddin. 2011. Psikologi Komunikasi. Penerbit PT Remaja Rosdakarya: Bandung.

Reardon, Kathleen K. (1987). Interpersonal Communication, Where Minds Meet . California: Wadsworth Publishing Company.

Riduwan. 2009. Metode & Teknik Menyusun Proposal Peenelitian. Penerbit Alfabeta: Bandung.

Roger, Dorothy. (1962). The psychology of adolesent. New York: Aflletton Century Craft.

Santrock. J. W. (2003) Adolescence: Perkembangan Remaja. (edisi keenam). Jakarta: Erlangga.

Sarafino, E. P. (2010) Health Psychology : Biopsychosocial Interaction. United States of American: Jhon Wiley & Sonc. Inc.

Sarwono, Sarlito Wirawan. (2001). Psikologi Remaja. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Satiti, A. D. (2011). Hubungan antara dukungan sosial dengan tingkat resiliensi pada pengangguran usia remaja akhir.http://alumni.unair.ac.id.

Smet, B. (1994). Psikologi Kesehatan.(Terjemahan). Jakarta: PT Grasindo.

Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Penerbit Alfabeta: Bandung.

Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Penerbit Alfabeta: Bandung.

Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Penerbit Alfabeta: Bandung.

Sukmadinata, Nana syaodih, 2013. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Supratiknya (1995), Komunikasi Antar Pribadi Tinjauan Psikologis. Yogyakarta : Kanisius (Anggota IKAPI)..

Suseno, Miftahun Ni’mah. 2012. Pengaruh Pelatihan Komunikasi Interpersonal Terhadap Efikasi Diri Sebagai Pelatih Pada Mahasiswa. Kementerian Agama Republik Indonesia Direktoral Jenderal Pendidikan Islam.

Taufik.(2012). Empati Pendekatan Psikologi Sosial . Jakarta: Rajawali Pers.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Yulia Putri Puspitasari. (2010). Hubungan antara Dukungan Sosial Teman Sebaya Dengan Kecemasan Menjelang Ujian Nasional (UN) pada Siswa Kelas XII Reguler SMA Negeri 1 Surakarta. Skripsi. Universitas Diponegoro.

Yusuf, S. (2009). Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.




DOI: https://doi.org/10.31289/tabularasa.v5i1.1595

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2023 Tabularasa: Jurnal Ilmiah Magister Psikologi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Program Pascasarjana Magister Psikologi
Universitas Medan Area
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License