Paradoks Kebijakan Pembangunan Daerah dan Dinamika Siklus Kemiskinan Sistemik
Abstract
Kemiskinan di Gorontalo masih menjadi persoalan serius dan mendesak, dengan tingkat kemiskinan yang lebih tinggi dibanding rata-rata nasional, sehingga menuntut perhatian kebijakan yang lebih inklusif dan terarah. Kemiskinan masih menjadi persoalan utama pembangunan, terutama ketika kebijakan lebih berfokus pada infrastruktur dibanding pemerataan kesejahteraan. Paradoks ini menciptakan vicious cycle of poverty yang bersifat sistemik, seperti yang juga terlihat di Gorontalo. Pola kemiskinan terjadi di wilayah pesisir dan pedesaan, diperkuat oleh keterbatasan pendidikan serta kesehatan yang menimbulkan kemiskinan lintas generasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, lalu dianalisis secara interaktif. Hasil penelitian menunjukkan kebijakan pembangunan masih parsial, tumpang tindih, dan minim partisipasi. Program bantuan lebih bersifat konsumtif, sementara pembangunan infrastruktur tidak dibarengi peningkatan kualitas manusia. Kondisi ini memperkuat lingkaran kemiskinan. Kesimpulannya, diperlukan reorientasi kebijakan dari growth oriented menuju people oriented development, dengan menekankan pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat untuk memutus kemiskinan sistemik secara berkelanjutan.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Badan Pusat Statistik. (2023). Persentase penduduk miskin menurut provinsi 2020–2023. BPS RI. https://www.bps.go.id
Creswell, J. W. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). SAGE Publications.
Dimas, R., Pratama, A., & Lestari, F. (2024). Tata kelola pembangunan daerah: Tantangan koordinasi lintas pemerintahan di Indonesia. Jurnal Administrasi Publik, 15(1), 33–50.
Lubis, A. (2020). Pembangunan partisipatif dan pemberdayaan masyarakat: Teori dan praktik. Jakarta: Rajawali Pers.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Mulyadi, D. (2016). Administrasi publik dan tata kelola kolaboratif. Bandung: Alfabeta.
Mulyadi. (2016). Efektivitas program bantuan sosial dalam pengentasan kemiskinan di Indonesia. Jurnal Kebijakan Sosial, 3(2), 101–115.
Nurjihadi, J., & Dharmawan, A. H. (2016). Paradigma pembangunan dan implikasinya terhadap kemiskinan struktural di Indonesia. Jurnal Sosiologi Pedesaan, 4(2), 121–138.
Nurkse, R. (1961). Problems of capital formation in underdeveloped countries. Oxford University Press.
Prawoto, N. (2009). Ekonomi kerakyatan: Teori, kebijakan, dan implementasi. Yogyakarta: BPFE.
Quality & Quantity. (2023). A systematic review of multidimensional poverty measurement: Approaches and challenges. Quality & Quantity, 57(6), 2873–2892. https://doi.org/10.1007/s11135-022-01598-3
Stone, D. (2012). Policy paradox: The art of political decision making (3rd ed.). W.W. Norton & Company.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Alfabeta.
Todaro, M. P., & Smith, S. C. (2015). Economic development (12th ed.). Pearson Education.
Utomo, R. B. (2023). Pertumbuhan ekonomi, pengangguran, dan distribusi pendapatan: Analisis makroekonomi Indonesia. Jurnal Ekonomi Pembangunan Daerah, 12(1), 45–60.
World Bank. (2022). Indonesia economic prospects: Boosting the recovery. The World Bank Group. https://www.worldbank.org
DOI: https://doi.org/10.31289/strukturasi.v7i2.6600
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Strukturasi: Jurnal Ilmiah Magister Administrasi Publik ![]() This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License |

