Inventarisasi Penggunaan Pestisida Kimia pada Pertanaman Monokultur Cabai Merah di Kecamatan Berastagi
Abstract
Artikel ini bertujuan untuk mengetahui inventarisasi penggunaan pestisida pada budidaya cabai merah di wilayah Kecamatan Berastagi. Budidaya cabai merah (Capsicum sp.), komoditas bernilai ekonomi penting di Karo – khususnya Kecamatan Berastagi, tetap mengandalkan sistem konvensional yang rawan serangan hama dan penyakit. Penelitian dilakukan November 2024–Januari 2025 dengan 30 responden petani (metode purposive sampling). Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner yang mencakup karakteristik petani, jenis dan frekuensi penggunaan pestisida, pengetahuan tentang produk, serta praktek aplikasi. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar petani (53,33 %) menggunakan insektisida, sedangkan 46,67 % menggunakan fungisida. Praktik pencampuran larutan (tank-mix) dilaporkan 53,33 % petani, waktu aplikasi dominan pagi (60 %), dan frekuensi aplikasi mayoritas dua kali seminggu (50 %). Pengetahuan mengenai teknis aplikasi (seperti penyemprotan dua kali seminggu, di luar ruangan, sesuai arah angin dan cuaca baik) menunjukkan tingkat “tinggi” (antara 74–90 %), namun pengetahuan tentang legalitas dan risiko pestisida kadaluarsa relatif “cukup” (54–62 %).
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Arsi, A., et al. (2020). Pengaruh teknik budidaya terhadap serangan penyakit pada tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L.) di Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir. Jurnal Teknologi Pertanian, 20(2), 79–84.
Badan Pusat Statistik Kecamatan Berastagi. (2024). Kecamatan Berastagi dalam angka 2024. Badan Pusat Statistik.
Cahyamurti, R. A., & Purwanto, H. (2021). Tingkat serangan grayak Spodoptera litura pada cabai rawit (Capsicum frutescens) dengan pemberian bakteri Lysinibacillus sphaericus. Bioma: Berkala Ilmiah Biologi, 23(2), 149–158.
Cahyono, D. B., Ahmad, H., & Tolangara, A. R. (2018). Hama pada cabai merah. Techno: Jurnal Penelitian, 6(2), 18–24. https://doi.org/10.33387/tk.v6i02.565
Devianto, Y., Dwiasnati, S., Sukowo, B., Fauzi, A., & Baihaqi, K. A. (2023). Penerapan Technique for Order Performance by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) untuk mendiagnosa penyakit bercak daun cabai. MALCOM: Indonesian Journal of Machine Learning and Computer Science, 3(2), 136–142.
Diem Mi, L. T., & Giao, N. T. (2022). The use and potential impacts of pesticides in chili farming in the Thanh Binh District, Dong Thap Province, Vietnam. Journal of Ecological Engineering, 23(8), 1–11. https://doi.org/10.12911/22998993/150650
European Food Safety Authority (EFSA), Arena, M., Auteri, D., Brancato, A., Bura, L., Carrasco Cabrera, L., ... & Villamar‐Bouza, L. (2020). Peer review of the pesticide risk assessment of the active substance beta‐cyfluthrin. EFSA Journal, 18(4), e06058.
Fungicide Resistance Action Committee. (2022). FRAC code list 2022: Fungal control agents sorted by cross-resistance pattern and mode of action (including coding for FRAC groups on product labels). https://www.frac.info/docs/default-source/publications/frac-code-list/frac-code-list-2022--final.pdf
Hamdayanty, H., & Hardina, N. (2023). Identifikasi virus penyebab penyakit kuning keriting pada cabai di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Agrikultura, 34(3), 427–434.
Holis, A. I., Haryanto, H., & Isnaini, M. (2021). Populasi dan intensitas serangan lalat buah (Bactrocera spp.) pada pertanaman cabai keriting (Capsicum annum L.) di Desa Darmasari Kabupaten Lombok Timur. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek, 2(1), 161–170.
Idrus, M. I., Haerul, H., & Nassa, E. (2018). Pengendalian hama thrips (Thysanoptera: Thripidae) dengan menggunakan ekstrak daun kenikir (Cosmos caudatus) pada tanaman cabai merah. Jurnal Agrotan, 4(1), 44–53.
Luhukay, J. N., Uluputty, M. R., & Rumthe, R. Y. (2018). Respons lima varietas kubis (Brassica oleracea L.) terhadap serangan hama pemakan daun Plutella xylostella (Lepidoptera; Plutellidae). Agrologia, 2(2), 288–760.
Oktapia, E. (2021). Respons pertumbuhan tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L.) terhadap pemberian jamur Trichoderma sp. Jurnal Indobiosains, 3(1), 17–25.
Palupi Puspitorini, A. D. S. T. E. A. W. K. R. P. I. D. M. A. W. S. K. (2024). Perlindungan tanaman – Lb SFK 20240304 (1).
Simamora, L. E. (2019). Perilaku penggunaan pestisida serta keluhan kesehatan petani cabai di Desa Pakkat Kecamatan Doloksanggul Kabupaten Humbang Hasundutan tahun 2019 (Skripsi). Universitas Sumatera Utara.
Sulastri, S., Ali, M., & Puspita, F. (2014). Identifikasi penyakit yang disebabkan oleh jamur dan intensitas serangannya pada tanaman cabai (Capsicum annum L.) di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Riau (Disertasi doktoral). Universitas Riau.
Suhada, M. B., Baihaqi, B. B., Ghozi, M. A., Uary, Z., Ningrahayu, S., Putri, N. A., & Arsi, A. (2023). Inventarisasi tungau pada cabai di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Seminar Nasional Lahan Suboptimal, 10(1), 1049–1056.
Suwardani, N. W., Purnomowati, P., & Sucianto, E. T. (2014). Kajian penyakit yang disebabkan oleh cendawan pada tanaman cabai merah (Capsicum annum L.) di pertanaman rakyat Kabupaten Brebes. Scripta Biologica, 1(3), 223–230.
Sparks, T. C., Storer, N., Porter, A., Slater, R., & Nauen, R. (2021). Insecticide resistance management and industry: The origins and evolution of the Insecticide Resistance Action Committee (IRAC) and the mode of action classification scheme. Pest Management Science, 77(6), 2609–2619.
Wardani, K. R. (2020). Penyebab hama meningkat setelah penggunaan pestisida. Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng.
DOI: https://doi.org/10.31289/jiperta.v8i1.6583
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License


