Analisis Potensi Cangkang Kerang Dara (Anadara Granosa) Sebagai Bahan Amelioran Tanah Marginal di Indonesia: Sebuah Narrative Review
Abstract
Limbah cangkang kerang dara (Anadara granosa) merupakan produk sampingan dari industri perikanan yang sangat melimpah di Indonesia, namun pemanfaatannya masih terbatas dan cenderung menimbulkan permasalahan lingkungan. Cangkang kerang mengandung kalsium karbonat (CaCO₃) serta mineral lain yang berpotensi digunakan sebagai bahan amelioran untuk memperbaiki kualitas tanah marginal. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan narrative review untuk mengkaji potensi cangkang kerang dara sebagai bahan amelioran melalui analisis kualitatif terhadap berbagai hasil penelitian terdahulu. Hasil kajian menunjukkan bahwa aplikasi cangkang kerang mampu menetralkan keasaman tanah, meningkatkan ketersediaan unsur hara makro dan mikro, memperbaiki sifat fisik tanah, serta mendukung aktivitas mikroorganisme tanah (Jubaedah et al., 2023). Namun demikian, efektivitas penggunaannya dipengaruhi oleh ukuran partikel, dosis aplikasi, serta kondisi spesifik tanah marginal. Secara keseluruhan, pemanfaatan cangkang kerang dara memiliki prospek besar sebagai alternatif amelioran ramah lingkungan, meskipun masih diperlukan penelitian lanjutan untuk standarisasi dan penerapan dalam skala lapangan.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Agus, F., & Subiksa, I. G. M. (2008). Lahan gambut: Potensi untuk pertanian dan aspek lingkungan. Balai Penelitian Tanah dan World Agroforestry Centre (ICRAF).
Badan Litbang Pertanian. (2019). Peta sebaran tanah marginal Indonesia. Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
Badan Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Lahan Pertanian (BBSDLP). (2020). Laporan tahunan pengelolaan lahan pertanian berkelanjutan di Indonesia. Kementerian Pertanian RI.
Balai Besar Sumber Daya Lahan Pertanian (BBSDLP). (2020). Data luas dan distribusi tanah marginal di Indonesia. Jakarta: Kementerian Pertanian RI.
Baligar, V. C., & Fageria, N. K. (2008). Advances in agronomy. Academic Press.
Darmawan, A., Nuraini, L., & Hidayat, S. (2020). Utilization of seashell waste as soil ameliorant to improve acidic soil fertility. Jurnal Tanah dan Iklim, 44(2), 119–128. https://doi.org/10.21082/jti.v44n2
Ellen MacArthur Foundation. (2021). Circular economy in agriculture: Transforming waste into value. Retrieved from https://ellenmacarthurfoundation.org
Fageria, N. K., & Baligar, V. C. (2008). Ameliorating soil acidity of tropical oxisols by liming for sustainable crop production. Advances in Agronomy, 99, 345–399. https://doi.org/10.1016/S0065-2113(08)00407-0
FAO. (2019). Soil acidity and liming: Guidelines for sustainable management. Food and Agriculture Organization of the United Nations.
Ferrari, R. (2015). Writing narrative style literature reviews. Medical Writing, 24(4), 230–235. https://doi.org/10.1179/2047480615Z.000000000329
Green, B. N., Johnson, C. D., & Adams, A. (2006). Writing narrative literature reviews for peer-reviewed journals: Secrets of the trade. Journal of Chiropractic Medicine, 5(3), 101–117. https://doi.org/10.1016/S0899-3467(07)60142-6
Gunawan, A., Nuraini, S., & Hidayat, R. (2022). Pemanfaatan limbah cangkang kerang sebagai bahan pengapuran tanah masam. Jurnal Ilmu Tanah Tropika, 27(2), 115–123.
Gunawan, H., Subhan, M., Barmawai, R., & Wahyudie, I. A. (2022). Pengaruh suhu terhadap karakteristik cangkang kerang dara. Jurnal Inovasi Teknologi Terapan.
Gunawan, H., Suryani, D., & Prasetyo, R. (2022). Analisis pengelolaan limbah cangkang kerang di kawasan pesisir. Jurnal Kelautan Tropis, 25(1), 45–54.
Handayani, W., Sitorus, S. R., & Harahap, F. (2023). Characterization of calcium carbonate from marine shell waste for agricultural lime. Journal of Environmental Science and Technology, 18(2), 77–85.
Hardjowigeno, S. (2015). Ilmu tanah. Akademika Pressindo.
Kusumaningrum, D., Astuti, R., & Purnamasari, W. (2021). The role of blood cockle (Anadara granosa) in coastal aquaculture systems in Indonesia. Aquaculture Research and Development, 13(4), 255–263.
Napitupulu, H. D., Silalahi, R., & Tamba, E. (2021). Assessment of liming material distribution and cost in rural agricultural systems. Jurnal Agroteknologi Indonesia, 10(3), 189–198.
Nasution, A. F., et al. (2020). Application of mollusk shell powder for soil amelioration. Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan.
Nurhidayah, T., Mulyani, S., & Yusuf, A. (2020). Coastal waste management: A case study of shellfish waste in Java Island. Indonesian Journal of Marine and Fisheries, 8(2), 112–121.
Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat. (2020). Peta sebaran tanah masam di Indonesia. Bogor: Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian.
Putri, D. A., Suprapto, H., & Rahman, A. (2023). Application of clam shell powder as ameliorant to improve soil chemical properties and rice yield. Jurnal Pertanian Lestari, 15(1), 33–41.
Rahmadani, R., Subagio, D., & Wulandari, S. (2021). Valorization of marine shell waste as a potential agricultural input. Marine Waste Management Journal, 9(1), 22–29.
Romadona, A., Rahayu, R., & Hartono, D. (2017). Pemanfaatan limbah cangkang kerang darah sebagai bahan baku alternatif pupuk organik mineral. Jurnal Teknologi Pertanian, 18(2), 55–63.
Rosmarkam, A., & Yuwono, N. W. (2019). Ilmu kesuburan tanah. Yogyakarta: Kanisius.
Sanchez, P. A. (2019). Properties and management of soils in the tropics (2nd ed.). Cambridge University Press.
Sari, M., Arifin, M., & Fauziah, E. (2022). Waste-to-resource approach in shell-based fertilizer production: A circular economy perspective. Journal of Environmental Management, 301, 113–124. https://doi.org/10.1016/j.jenvman.2021.113124
Sartika, N., Widodo, S., & Haryanti, N. (2022). Analisis produksi dan distribusi kerang darah di Indonesia. Jurnal Perikanan Indonesia, 28(3), 190–199.
Sartika, T., Sepani, U., Putri, S. A., & Apriyanti, Y. (2022). Stabilisasi tanah gambut dengan bahan lokal. Potensi: Jurnal Teknik Sipil Politeknik, 5(2), 77–83. https://doi.org/10.21009/potensi.2022.05207
Setiawan, B., Hermanto, S. R., & Studi, P. (2021). Aplikasi biochar sekam padi untuk memperbaiki tanah gambut. Analit: Analytical and Environmental Chemistry.
Setiawan, D., Prasetyo, M., & Widodo, R. (2021). Penggunaan limbah perikanan dalam perbaikan tanah marginal. Jurnal Agroekoteknologi Indonesia, 9(3), 134–142.
Sinurat, E., Dewi, F. R., Fransiska, D., & Nurbayasari, R. (2022). Synthesis and characterization of hydroxyapatite from seashell. IOP Conf. Ser.: Earth and Environmental Science.
Sinurat, J., Manurung, R., & Nainggolan, P. (2022). Characterization of blood cockle shells for calcium carbonate recovery. Indonesian Journal of Applied Chemistry, 8(2), 102–110.
Snyder, H. (2019). Literature review as a research methodology: An overview and guidelines. Journal of Business Research, 104, 333–339. https://doi.org/10.1016/j.jbusres.2019.07.039
Subowo, G. (2020). Pengelolaan tanah masam untuk pertanian berkelanjutan di Indonesia. Jurnal Sumberdaya Lahan, 14(1), 11–22.
Syamsuddin, R., & Rahmawati, N. (2020). Kajian limbah cangkang kerang sebagai bahan amelioran di lahan gambut. Jurnal Agrotek, 11(2), 145–152.
Ustuchri, I., Gunarti, A. S., Nuryati, S., Yulius, E., & Prihesnanto, F. (2023). Pemanfaatan abu serbuk kayu untuk stabilisasi tanah. PADURAKSA: Jurnal Teknik Sipil.
Ustuchri, M., Fadilah, N., & Puspitasari, R. (2023). Evaluasi efektivitas kapur alami dari limbah perikanan terhadap pH tanah ultisol. Jurnal Pertanian Berkelanjutan, 5(1), 21–29.
Yuliana, S., et al. (2021). Effect of seashell powder on acidic soil. Journal of Agricultural Sciences.
DOI: https://doi.org/10.31289/jiperta.v8i1.6553
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License


