Kemampuan Daya Hambat Beberapa Produk Sabun Cair Antibakteri Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus

Novita Sari Dewi Brahmana, Emmy Harso Kardhinata, Ida Fauziah

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri enam sabun antibakteri berlabel A, B, C, D, E, dan F terhadap Staphylococcus aureus. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan metode difusi. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan rancangan acak lengkap. Zona hambat maksimum sabun yang paling efektif (32,17 mm) ditunjukkan oleh sabun cair "A", yang ditemukan paling mungkin menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus. Aktivitas antibakteri kuat lainnya juga ditunjukkan oleh sabun cair "B" dengan zona supresi 20,83 mm. Aktivitas antibakteri juga ditunjukkan oleh sabun "C" dengan daya hambat 14,67 mm dan sabun "D" dengan zona hambat 9,5 mm, namun dua sabun cair lainnya tidak menunjukkan aktivitas antibakteri.

Keywords


Daya hambat; sabun cair; antibakteri; Staphylococcus aureus

Full Text:

PDF

References


Afifurrahman, A., Samadin, K. H., & Aziz, S. (2014). Pola Kepekaan Bakteri Staphylococcus aureus terhadap Antibiotik Vancomycin di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang. Majalah Kedokteran Sriwijaya, 46(4), 266-270.

Afrozi, A. S., Iswadi, D., Nuraeni, N., & Pratiwi, G. I. (2017). Pembuatan Sabun dari Limbah Minyak Jelantah Sawit dan Ekstraki Daun Serai dengan metode Semi Pendidihan. Jurnal Ilmiah Teknik Kimia UNPAM, 1(1).

Amalia, R., Paramita, V., Kusumayanti, H., Wahyuningsih, W., Sembiring, M., & Rani, D. E. (2018). Produksi sabun cuci piring sebagai upaya peningkatkan efektivitas dan peluang wirausaha. Metana, 14(1), 15-18.

Fitri, L. (2010). Kemampuan daya hambat beberapa macam sabun Antiseptik terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Jurnal Biologi Edukasi, 2(2), 33-39.

Gaol, Y. E. L., Erly, E., & Sy, E. (2017). Pola Resistensi Bakteri Aerob pada Ulkus Diabetik Terhadap Beberapa Antibiotika di Laboratorium Mikrobiologi RSUP Dr. M. Djamil Padang Tahun 2011-2013. Jurnal Kesehatan Andalas, 6(1), 164-170.

Haryani, A., Grandiosa, R., Buwono, I. D., & Santika, A. (2012). Uji efektivitas daun pepaya (Carica papaya) untuk pengobatan infeksi bakteri Aeromonas hydrophila pada ikan mas koki (Carassius auratus). Jurnal Perikanan Kelautan, 3(3).

Hidayat, S. (2015). Uji Aktivitas Antibakteri Infusa Daun Mangga Bacang (Mangifera foetida L.) Terhadap Staphylococcus aureus Secara In Vitro. Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura, 3(1).

Huda, M. (2017). Pengaruh madu terhadap pertumbuhan bakteri gram positif (staphylococcus aureus) dan bakteri gram negatif (escherichia coli). Jurnal Analis Kesehatan, 2(2), 250-259.

Isfardiyana, S. H. (2014). PENTINGNYA MELINDUNGI KULIT DARI SINAR ULTRAVIOLET DANCARA MELINDUNGIKULIT DENGAN SUNBLOCK BUATAN SENDIRI. Asian Journal of Innovation and Entrepreneurship, 3(2), 126-133.

Jayani, N. I. E., Kartini, K., & Basirah, N. (2017). Formulasi dan Uji Antiseptik Sediaan Sabun Cuci Tangan Air Perasan Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia). Media Pharmaceutica Indonesiana, 1(4), 222-229.

Khinanty, N. (2016). Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etil Asetat Pelepah Pisang Ambon (Musa Paradisiaca) terhadap Staphylococcus Aureus. Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura, 5(1).

Purwati, E., & Vebriyanti, E. (2012). Sabun Susu Kambing Virgin Coconut Oil Dapat Meningkatkan Kesehatan Kulit Melalui pH dan Bakteri Baik (Bakteri Asam Laktat) serta Meningkatkan Pendapatan Masyarakat. Prosiding Seminas, 1(2).

Riany, H., Susilawati, I. O., & BB, U. M. (2015). Aktivitas Antimikroba Beberapa Jenis Cairan pembersih Antibakteri Terhadap Bakteri Tanah di Kawasan Kampus Universitas Jambi Mendalo. SEMIRATA 2015, 4(1).

Rijayanti, R. P. (2014). Uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun mangga bacang (Mangifera Foetida L.) terhadap Staphylococcus aureus secara in vitro. Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura, 1(1).

Sari, R., & Ferdinan, A. (2017). Pengujian aktivitas antibakteri sabun cair dari ekstrak kulit daun lidah buaya. Pharmaceutical Sciences & Research, 4(3), 1.

Sulistyaningrum, S. K., Nilasari, H., & Effendi, E. H. (2012). Penggunaan Asam Salisilat dalam Dermatologi. Journal Indonesia Medical Association, Jakarta, 62(7).

Tanjung, D. A. (2017). Pelatihan pembuatan sabun cair dan shampoo pencuci mobil. Jurnal Prodikmas Hasil Pengabdian Masyarakat ISSN, 2548, 6349.

Tenda, P. E., Lenggu, M. Y., & Ngale, M. S. (2017). Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Kulit Pohon Faloak (Sterculia sp.) Terhadap Bakteri Staphylococcus Aureus. Jurnal Info Kesehatan, 15(1), 227-239.

Tiroyo, A. J., Munir, M. A., & Hutasoit, G. A. (2016). THE COMPARISON OF INHIBITORY EFFECT BETWEEN ANTISEPTIC SOAP WITH BETEL LEAF EXTRACT (Piper betle Linn) ON THE GROWTH OF Escherichia coli. Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, 3(3), 31-39.

Widyasanti, A., Rahayu, A. Y., & Zein, S. (2017). Pembuatan Sabun Cair Berbasis Virgin Coconut Oil (VCO) dengan Penambahan Minyak Melati (Jasminum Sambac) sebagai Essential Oil. Jurnal Teknotan Volume, 11.

Yuliani, R. (2011). Aktivitas antibakteri minyak atsiri daun jeruk purut (Citrus hystrix) terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia, 12(2), 50-54.




DOI: https://doi.org/10.31289/jibioma.v3i2.758

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Jurnal Ilmiah Biologi UMA (JIBIOMA)

Fakultas Biologi
Universitas Medan Area
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License