Preferensi Pohon Bagi Burung di Kawasan Restorasi Resort Sei Betung Taman Nasional Gunung Leuser Sumatera Utara

Poppy Rizky Arini Lumbantobing, Mufti Sudibyo, Mugi Mumpuni

Abstract


Penelitian tentang Preferensi Pohon Bagi Burung di Kawasan Restorasi Resort Sei Betung Taman Nasional Gunung Leuser Sumatera Utara telah dilakukan pada bulan Januari - Maret 2017.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis pohon restorasi yang paling sering dikunjungi oleh burung, aktivitas dominan yang dilakukan oleh burung pada pohon, dan faktor yang mempengaruhi kehadiran burung pada pohon di kawasan restorasi Resort Sei Betung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei eksploratif, dengan menggunakan binokuler, kamera digital, dan buku panduan identifikasi burung. Pengamatan jenis dan aktivitas burung dilakukan pagi dan sore hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 5 jenis jenis pohon restorasi yang paling sering dikunjungi oleh burung yaitu Vitex pubescens, Phyllanthus sp, Calicarpa pentandra, Callerya artropurpurea, dan Macaranga indica. Pohon Vitex pubescens merupakan pohon dengan kunjungan burung paling banyak yaitu 73 kali kunjungan. Phyllanthus sp adalah jenis pohon dengan kujungan burung paling banyak kedua yaitu sebanyak 51 kunjungan. Pohon Macaranga indica, pohon Calicarpa pentandra, dan pohon Callerya atropurpurea, masing-masing sebanyak 30, 28, dan 26 kunjungan burung. Aktivitas dominan yang dilakukan oleh burung pada pohon adalah aktivitas singgah. Faktor yang mempengaruhi tingkat kehadiran burung pada pohon adalah ketersediaan pakan, kondisi tajuk, tinggi tajuk, ukuran cabang dan kelebatan daun.

Keywords


Aktivitas; Burung; Pohon; Restorasi; Resort Sei Betung

Full Text:

PDF

References


Grubb, T.C. (1979). Factor Controling Foraging Stratrgy Structure Using Avian Habitats as an Example. Academic Press. New York.

Hernowo, J.B. (1980). Studi Pengaruh Tanaman Pekarangan terhadap Keanekaragaman Jenis Burung Daerah Pemukiman Penduduk Perkampungan di Wilayah Tingkat II Bogor. Skripsi. Jurusan Konservasi Sumber Daya Hutan. Fakultas Kehutanan IPB. Bogor.http:/humasprotokoler.ipb.ac.id/indeks-php/pesona-lingkarkampus/256-prof-ani-mardiastuti-burung-sebagai-bioindikator-kerusakan-hutan-dan-lingkungan (10 Oktober 2016).

MacKinnon, J., Phillipps, K., Van Balen, B. (2012). Burung-burung di Sumatera, Jawa, Bali dan Kalimantan. LIPI. Bogor.

Mardiastuti, A,. (2010). Burung Sebagai Bioindikator Kerusakan Hutan dan Lingkungannya.

Pradwinata, R., Sudibyo, M., & Ritonga, Y. E. (2020). Preferensi Burung Terhadap Pohon Mahang India (Macaranga indica Weight, 1852) Di Resort Sei Betung Taman Nasional Gunung Leuser. Journal of Natural Sciences, 1(1), 38-48.

Rohiyan, M., Setyawan, A., Rustiadi, E.L., (2014). Keanekaragaman Jenis Burung di Hutan Pinus dan Hutan Campuran Muarasipongi Kabupaten Mandailing Natal Sumatera. Jurnal Sylva Lestari 2(2): 89-86

Rusmendro, H. (2009). Perbandingan Keanekaragaman Burung Pada Pagi dan Sore Hari di Empat Tipe Habitat di Wilayah Pangandaran Jawa Barat. Vis Vitalis, 02(1):8-16

Sayogo, A, P. (2017). Burung-burung Gunung Bondang.Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Sihotang, D.F., Patana, P., Jumilawaty. E. (2013). Identifikasi Keanekaragaman Jenis Burung di Kawasan Restorasi Sei Betung, Taman Nasional Gunung Leuser.Feronema Forestry Science Journal 2(2): 59-66.

Sudibyo, M, (2015), Preferensi Pakan Di Hutan dan Padang Rumput Rusa timorensis Blainville 1822 Di Pulau Pecang Taman Nasional Ujung Kulon, BioLink, Vol. 2 (1): 47-54

Susilo, F., dan Abdillah, H. (2012). Survei Populasi Burung Air dan Burung Pantai Migran di Pesisir Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara. Jurnal Biagrotek, 4(1), 1-11.

Whardani, P., Sukandar, P., Isfaeni, H. (2014). Studi Tempat Bertengger Burung Cikalang di Suaka Margasatwa Pulau Rambut. BIOMA X(1):8-16.

Widodo, W, (2006). Kemelimpahan dan Sumber Pakan Burung-burung di Taman Nasional Manusela, Seram, Maluku Tengah. Biodiversitas 7(1): 54-58.




DOI: https://doi.org/10.31289/jibioma.v2i2.314

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Jurnal Ilmiah Biologi UMA (JIBIOMA)

Fakultas Biologi
Universitas Medan Area
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License