Prevalensi Penderita Diabetes Melitus Tipe-II pada Pasien di Puskesmas Kota Blangkejeren, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues Tahun 2015 – 2017
Abstract
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Andra, E dan Rahman, T. (2013). Keperawatan Medikal Bedah, Yogyakarta:Nuha Medikal.
Basuki, E.(2004). Konseling Medik: Kunci Menuju Kepatuhan Pasien. ”Studi Dalam : Kedokteran Indonesia, Jakarta: Nuha Medik
Departemen Kesehatan RI. (2008). Riset Kesehatan Dasar. Jakarta:Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.
Dewi Y.E., Meida N, Ida F. (2016), Efek Bawang Bombay dalam Menurunkan Kadar Gula Darah pada Tikus Putih, BioLink, Vol. 2 (2), Hal: 126-132
Kader, A. (2001). Importance of Fruits, Nuts, and Vegetables in Human Nutrition and Health. Hoticulture.4(6A):1343-6.
Khairani, Meida N, Sartini. (2016), Hubungan Katarak Senilis dengan Kadar Gula Darah pada Penderita Diabetes Mellitus di Medan, BioLink, Vol. 2 (2), Hal: 111-117
Kumaunang, M. (2011). Aktifitas Enzim Bromelin dari Ekstrak Kulit Nanas (Anenas comosus). Jurnal Ilmiah Sains. 11(2):198-201.
Perkeni. (2006). Konsensus dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe II di Indonesia, Jakarta
Sidartawan, S. (2001). Pengalaman Klinik Pengobatan Diabetes Melitus tipe 2, Jakarta: Salemba Medika.
Tjokroprawiro, A. (2004). Diabetes Melitus Klasifikasi. Diagnosis dan Terapi, Jakarta: Gramedia
Trisnawati, Shara. (2013). Faktor Risiko Kejadian Diabetes Melitus Tipe II di Puskesmas Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat. Jakarta: Nuha Medik
WHO Study Group. (2013). Diabetes Melitus: Report of a WHO Study Group.
Wicaksono, Suharjo. (2011). Sehat itu Mudah, Wujudkan Hidup Sehat dengan Makanan Tepat. Jakarta: Penerbit Salemba Medika
DOI: https://doi.org/10.31289/jibioma.v1i1.147
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2019 J I B I O M A

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License
