Analisis Usaha Tani Tumpang Sari Cabai Dan Tomat Terhadap Pendapatan Petani Di Desa Sikab
Abstract
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Arsil, P dan Djatna, T. 2011. Pengelompokan Sayuran Berbasis Pertanian Berkelanjutan Untuk Menunjang Agroindustri Pedesaan Di Kabupaten Purbalingga. Jurnal Teknologi Industri Pertanian, 21(2) : 81-88.
Dewi, I.A.C., Sudarma, I.M. dan Djelantik, A.W.S., 2016. Analisis Pendapatan Petani Kentang di Desa Candikuning, KecamatanBaturiti, Kabupaten Tabanan. Journal of Agribusiness and Agritourism, p.44930.
Fahmi, T dan E. Sujitno. 2011. Peningkatan Produksi Cabai Merah (Capsicum annum L.) Melalui Penggunaan Varietas Unggul di Kecamatan Sukamantri, Kabupaten Ciamis Provinsi Jawa Barat. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Barat, Bandung.
Harinta, Y. W., Basuki, J. S., dan Sukaryani, S. 2018. Pemetaan dan Pengembangan Agribisnis Komoditas Unggulan Sayuran di Kabupaten Karanganyar. Jurnal Agriekonomika, 7(1), 37–45. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.21 107/agriekonomika.v6i1.1895
Hortikultura, D. J. (2020). Luas dan Produksi Tanaman Tomat Menurut Provinsi di Indonesia.
Gunaeni, Neni, Astri W. Wulandari, dan RedyGaswanto. 2022. Pengaruh Tumpang sari Cabai Dan Tomat Terhadap Perkembangan Hama Utama Dan HasilCabai (Capsicumannuum L.). Jurnal Agro 9(1).
[Kementan RI] Kementerian Pertanian Republik Indonesia. 2022. Analisis PDB Sektor Pertanian Tahun 2022. Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian Kementerian Pertanian 2022. Hlm. 1–53.
Mulu, M., Ngalu, R. dan Lazar, F.L., 2020. Pola Tanam Tumpang Sari di Desa Satar Punda Barat, Kabupaten ManggaraiTimur, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat, 6(1), pp.72-78.
Mulyana, Muhammad. 2010. Optimasi pola tanam untuk pengembangan Kawasan Agropolit an Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu [skripsi]. Bogor: Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.
Nurcayah. 2019. Strategi pengembangan agribisnis sayuran di Sulawesi Tenggara. Jurnal Inovasi Sains dan Teknologi (INSTEK). 2(2), 89–105.
Nugraheni, S.S. dan Tinaprilla, N., 2022. Analisis pendapatan usahatani tumpang sari kentang di Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung. Risalah Kebijakan Pertanian Dan Lingkungan Rumusan Kajian Strategis Bidang Pertanian dan Lingkungan, 9(2), pp.123-132.
Prajanati, S. Di. W., Sumastuti, E., dan Sutanto, H. A. (2011). Analisis Efisiensi Usaha Tani Sayuran dan Kapasitas Penyuluh dalam Meningkatkan Ketahanan Pangan di Kabupaten Magelang. Simposium Riset Ekonomi V, 69–76. Surabaya: ISEI Jawa Timur dan UPN Veteran Jawa Timur.
Polii, M.G., Sondakh, T.D., Raintung, J.S., Doodoh, B. dan Titah, T., 2020. Kajian teknik budidaya tanaman cabai (Capsicum annuum L.) Kabupaten Minahasa Tenggara. Eugenia, 25(3).
Rindani, M. 2015. Kesesuaian lahan tanaman cabai merah di lahan jorong kota Kenagarian Lubuak Batingkok, Kecamatan. Harau, Kabupaten. Lima Puluh Kot Payakumbuh. Nasional Ecopedon. 2(2): 28-33.
Rosmiati, M., Sukmawati, D. dan Sudrajat, A., 2021. Perbedaan Pendapatan Usahatani Tumpangsari Kentang dan Cabe Keriting dengan Kentang dan Tomat Di Kabupaten Garut. OrchidAgri, 1(2) : 16-24.
Saragih, EC. 2021. Analisis pendapatan usahatani sayuran di Kelurahan Lambanapu Kecamatan Kambera Kabupaten Sumba Timur. Mimbar Agribisnis. 7(1): 386–395.
Sarigih, W. C. (2008). Respon Pertumbuhan Dan Produksi Tomat Terhadap Pemberian Pupuk Phospat Dan Bahan Organik. Skripsi. Universita Jakarta Utara.
Soverda, N. and Alia, Y., 2016. Sistem pertanaman tumpangsari antara beberapa genotip kedelai (Glycine max (L) Merill) dengan jagung manis (Zea mays Var. Saccharatasturt) yang ditanam secara multi rows. Jurnal Agrium, 13(2), pp.27-34.
Setiawati, W. dan Nurtika, N., 2005. Pengaruh tumpangsari tomat dan kubis terhadap perkembangan hama dan hasil. Jurnal Hortikultura, 15(1).
Sutrisni, A. 2016. Uji aktivitas senyawa bioaktif kapang (gliocladium sp) terhadap fusarium oxysporum, capsici penyebab layu pada tanaman cabai secara in-vitro. Bachelor Thesis. Universitas Muhammadiah Purwokerto, Jawa Tengah.
Saputra, Dimi, Harniatun Iswarini, and Sisvaberti Afriyatna. "Analisis Pendapatan Usahatani Sayuran Dengan Pola Tanam Tumpangsari (Studi Kasus di Desa Gunung Lewat Kecamatan Suka Merindu Kabupaten Lahat) Analysis Of Vegetable Farming Income Production With Overlapping Planting Pattern (Case Study In Gunung Lewat Village Sub-district Sukamerindu Lahat District)." Societa: JurnalIlmu-IlmuAgribisnis 6, no. 2 (2018): 128-137.
Sianturi, M., Chalil, D. dan Sebayang, T., 2013. Analisis Usahatani Sayuran. Journal of Agriculture and Agribusiness Socioeconomics, 2(1), p.15356.
Sutrisna, N., Sastraatmadja, S. dan Ishaq, I., 2005. Kajian sistem penanaman tumpang sari kentang (Solanum tuberosum L.) di lahan dataran tinggi Rancabali, Kabupaten Bandung. Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian, 8(1), p.125377.
Sunaryanti, D.P. dan Dwiyana, M., 2020. Teknik Budi Daya Tanaman Tomat (Solanum lycopersium L.) Hidroponik Dengan Sistem Irigasi Tetes Di PT Hidroponik Agrofarm Bandungan. Jurnal Inovasi Penelitian, 1(5) : 1059-1066.
Warman, G.R. dan Kristiana, R., 2018, October. Mengkaji sistem tanam tumpangsari tanaman semusim. In Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning (Vol. 15, No. 1, pp. 791-794).
DOI: https://doi.org/10.31289/agrisains.v7i1.6026
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License
