Analisis Pendapatan Dan Alokasi Tenaga Kerja Dalam Upaya Pengembangan Usahatani Sutera Alam di Desa Krenceng Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri

Umi Afdah, Chandra Farji Ananda, Zaenal Fanani

Abstract


The objectives of this research are to identify: a) The contribution of income of natural silk farm  on household income; b) The contribution of labors alocation of natural silk farm on absorption of household labors; c) Factors affecting net income of natural silk farm; d) Factors effecting labors alocation on natural silk farm. This research conducted at Krenceng Village, Kepung Subdistrict, Kediri District, East Jawa. The result of this research shows that natural silk farm have any net income as much as Rp 1.256.963,19 per year, or give contribution of 31 percent on total household income. Total labor used on natural silk farm activities as much as 287,70 MDE per year, or have employe more than 28 percent of potential household labor force. Net income of natural silk farm influenced by farmer age, extent of farmer experience on natural silk farm, and extent of formal education. While price of eggs have negative impact on income of natural silk farm. Labor allocation on natural silk farm influenced by planting area of murbei, number of eggs, silk farm frequention and number of household members.


Full Text:

PDF

References


Adliantos, & Wahyuni. (1995). Analisis pendapatan, nilai tambah dan kesempatan kerja pada usahatani sutera. Skripsi Jurusan Ilmu-Ilmu Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.

Becker, G. S. (1976). The economic approach to human behavior. The University of Chicago Press.

Bellante, D., & Mark. (1985). Labor economics (2nd ed.). McGraw-Hill Inc.

Departemen Kehutanan. (1983). Pedoman pesuteraan alam. Proyek Kerjasama Pembinaan Persuteraan Alam dengan Japan International Cooperation Agency, Direktorat Penghijauan dan Perhutanan Sosial.

Departemen Kehutanan. (2003). Program pengembangan persuteraan alam di Indonesia. Departemen Kehutanan.

Gronau, R. (1977). Leisure, home production and work: The theory of allocation of time revisited. Journal of Political Economy, 85, The University of Chicago.

Hasibuan, S. (1982). Pertumbuhan ekonomi dan kesempatan kerja dalam Pelita IV. Ekonomi dan Keuangan Indonesia, 33(1), 75-103.

Hasymi, A. (1985). Tenaga kerja di sektor pertanian dan pasar kerja di Indonesia: Suatu tinjauan teoritis. Ekonomi dan Keuangan Indonesia, 33(1), 59-74.

Hayami, Y., & Kikuchi, M. (1981). Asian village economy at the crossroads: An economic approach to institutional change. University of Tokyo Press.

Hernanto, F. (1991). Ilmu usahatani. Penebar Swadaya.

Kasryno, F. (1984a). Perkembangan penyerapan tenaga kerja pertanian dan tingkat upah. Yayasan Obor Indonesia.

Kasryno, F. (1984b). Kerangka analisa ekonomi masalah pedesaan. Yayasan Obor Indonesia.

Kasryno, F. (1988). Suatu tinjauan strategi pembangunan pertanian menjelang tahun 2000 di Indonesia. Makalah Seminar Strategi Kebijakan Pertanian Tanaman untuk Meningkatkan Kualitas Hidup Petani, Universitas Brawijaya, Malang.

Komaliq, A. (1984). Perkembangan struktur kesempatan kerja di pedesaan. Rajawali.

Mursidin. (1998). Kebijakan pengembangan persuteraan alam menyongsong era pasar bebas. Makalah Seminar Pengembangan Persuteraan Alam, Ujung Pandang.

Kantor Desa Krenceng. (2003). Data dasar profil Desa Krenceng. Direktorat Jenderal Pembinaan Masyarakat Desa, Jakarta.

Najikh, M. (1991). Analisis pendapatan rumah tangga petani dan faktor-faktor yang mempengaruhi. Tesis Pasca Sarjana, Institut Pertanian Bogor.

Prawerti, D. (1995). Analisis kegiatan agroindustri sutera alam di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Skripsi Jurusan Ilmu-Ilmu Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.

Singarimbun, M., & Effendy, S. (1987). Metode penelitian survei. LP3ES.

Soekartawi. (1995). Analisis usahatani. Universitas Indonesia.

Soekartawi, Dillon, J. L., & Hardaker, J. B. (1986). Ilmu usahatani dan penelitian untuk perkembangan petani kecil. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Universitas Indonesia.

Trakrawiralaksana, A. (1983). Usahatani. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Tim IPB. (1986). Kesempatan kerja produktif mendukung program transmigrasi. Kerjasama Lembaga Penelitian IPB dengan Badan Litbang Departemen Transmigrasi.

Utami, S. K. (1998). Economy of natural silk. Makalah Seminar, International Sericulture Commission, Bandung.

Windarto, M. (1997). Analisis pendapatan, nilai tambah dan kesempatan kerja usahatani sutera pada dua bentuk kemitraan di Kabupaten Garut. Skripsi Ilmu-Ilmu Sosial Ekonomi Pertanian, Institut Pertanian Bogor.

Wu, P. H., & Chen, D. C. (1988). Silkworm rearing. FAO Agriculture Service Bulletin, Food and Agriculture Organization of the United Nations.

Yasin, M. (1992). Analisis pendapatan usahatani lahan kering sistem konservasi di DAS Brantas. Skripsi Jurusan Sosial Ekonomi, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya.

Yusmichad, & Yusdja. (1985). Struktur pendapatan dan konsumsi rumah tangga pada pedesaan di Jawa Timur. Pusat Penelitian Agroekonomi, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Departemen Pertanian.




DOI: https://doi.org/10.31289/agrisains.v6i2.4974

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




License URL: Creative Commons Attribution 4.0 International License

Program Pascasarjana Magister Agribisnis
Universitas Medan Area
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License