Analisis Implementasi Regulasi Penetapan Status Perlindungan Terbatas Ikan Terubuk (Tenualosa ilisha)
Abstract
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Abidin S. (2004) Kebijakan Publik. Yayasan Pancur Siwah, Jakarta.
Ayodhyoa, A.U. (1983) Metode Penangkapan Ikan Cetakan pertama Faperika. IPB. Bogor
Badan Pusat Statistik Kabupaten Labuanbatu. (2017). Labuhanbatu Dalam Angka Rantauprapat.
Blaber S.J.M., Brewer D.T., Milton D.A., Merta G.S., Efizon D., Fry G. & van der Velde T. (1999) The life history of the protandrous tropical shad Tenualosa macrura (Alosinae: Clupeidae): fishery implications. Estuarine Coastal and Shelf Science 49, 689–701
Brewer, D. T., (2001), Ingestion of particulate woody material by Indonesian Terubuk-Tenualosa macrura.Proceedings of the International Terubok Conferences Sarawak, Malaysia.p 152- 167.
Burhan Bungin. (2008). Metodologi Penelitian Kuantitatif, Jakarta:PT. Rajagrafindo.
Charles, AT. (2001). Sustainable fishery systems. Canada: Blakwell Science Ltd, 370 p.
Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan Kabupaten Labuhanbatu., dan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Riau. (2013). Laporan Akhir Identifikasi Spesies dan Lokasi Pemijahan Ikan Terubuk di Kabupaten Labuhanbatu Provinsi Sumatera Utara, Pekanbaru.
Direktorat Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan, Rencana Aksi Nasional Konservasi Ikan Terubuk. (2016). Editor : Andi Rusandi
Direktur Jendral Perikanan Tangkap. (2002). Statistik Perikanan Tangkap Indonesia 2000. Departemen Kelautan dan Perikanan, Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, Jakarta.
Edrus, I.N., Suprapto., Panggabean, A.S., & Mardlijah, S. (2012). Tinjauan Aspek Penggunaan Bubu Laut Dalam dan Rawai Dasar Serta Aspek Sosial Ekonomi Lainnya. Kementerian Riset dan Teknologi Republik Indonesia, Jakarta.
Efizon, Drucker. (2001). Community management initiatives for the Terubuk Fishery of Riau Provinces, Indonesia. Proceedings of the International Terubok Conferences Sarawak, Malaysia.p 206- 207.
FAO. (1995). Code of Conduct for Responsible Fisheries. FAO Fisheri Department, 24p.
Gatot dalam Marlina & Faisal Riza. (2013). Aspek Hukum Peran Masyarakat dalam Mencegah Tindak Pidana Perikanan, PT. Sofmedia, Jakarta.
Hermawan, M. (2006). Keberlanjutan Perikanan Tangkap Skala Kecil (Kasus perikanan pantai di Serang dan Tegal, Sekolah Pasca Sarjana IPB, Disertasi, Tidak diterbitkan.
Irianto, H.E., & Murdinah. (2006). Keamanan Pangan Produk Perikanan Indonesia. Prosiding Seminar Nasional PATPI, Yogyakarta, 2-3 Agustus 2006, hal 116–126.
Marhaeni Ria Siombo. (2010). Hukum Perikanan Nasional dan Internasional, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Mulyadi S. (2007). Ekonomi Kelautan. PT Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Munawaroh, I. (2007). Urgensi Penelitian Dan Pengembangan. Disajikan dalam studi ilmiah UKM Penelitian UNY.
Nurani, T.W. (2002). Aspek Teknis dan Ekonomi Pemanfaatan Lobster di Pangandaran Jawa Barat. Bulletin PSP, Vol. XI No.2, Jurusan Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Rasdani, M. (2005). Usaha Perikanan Tangkap yang Bertanggung Jawab. Makalah disampaikan pada Pelatihan Pengelolaan Sumberdaya Ikan tanggal 14 – 24 Juni 2005, BPPI Semarang.
Romimohtarto, K., Juwana, S. (2007). Biologi Laut. Penerbit Djambatan, Jakarta.
DOI: https://doi.org/10.31289/agrisains.v2i1.250
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License
