Identification of Potential Commodities in the Food Crop Sector in Sub Districts in Deli Serdang Regency, North Sumatera Utara

Eka Handayani, Khairul Saleh, Ellen Panggabean

Abstract


The aim in this study were (i) determine the base region commodity crops in Deli Serdang, (ii) determine differences in the level of competitiveness of commodity crops in Deli Serdang, (iii) determine specialty crops in the district of Deli Serdang, (iv) knowing localization (deployment) crops in Deli Serdang, (v) to determine the trend of food crops in Deli Serdang. The analytical method used is: (a) analysis of location quotient (LQ), (b) Shift Share analysis, (c) the analysis of the coefficient of specialization, (d) analysis of localization, (e) the analysis of the trend.  Characteristics deployment commodity crops in Deli Serdang regency does not lead to the principle of specialization and localization. Patterns of production on food crops in Deli Serdang district tends to spread in many regions or districts and no commodity specialization in each district. Results of factor analysis trend commodity crops such as rice, cassava, and maize has a high production level each year, but the commodity sweet potato and peanut production is likely to decline.


Keywords: LQ, shift share analysis, specialization, localization, trend analysis.


Keywords


LQ, shift share analysis, specialization, localization, trend analysis.

Full Text:

PDF

References


Achmadi & Narbuko. (2009). Metodologi. Jakarta: Bumi Aksara

Afrianto, R. (2000). Analisis Pembangunan Wilayah Pertanian dalam Menghadapi Otonomi Daerah. Skripsi. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Bachrein, S. (2003). Penetapan Komoditas Unggulan Propinsi. BP2TP Working Paper. Bogor. Balai Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian.

Badan Litbang Pertanian (2003). Panduan Umum: Pelaksanaan Pengkajian dan Program Informasi, Komunikasi dan Desiminasi BPTP. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Depertemen Pertanian, Jakarta.

BAPPENAS. (2003). Peta Kemampuan Keuangan Provinsi Dalam Era Otonomi Daerah: Tinjauan Atas Kinerja APD dan Upaya Yang Dilakukan Daerah. Direktorat Pengembangan Otonomi Daerah.

BPS Kabupaten Deli Serdang. (2010). Statistik Daerah Kabupaten Deli Serdang 2010. Badan Pusat Statistik. Sumatera Utara.

BPS Kabupaten Deli Serdang. (2012). Statistik Daerah Kabupaten Deli Serdang 2012. Badan Pusat Statistik. Sumatera Utara.

BPS Kabupaten Deli Serdang. (2014). Statistik Daerah Kabupaten Deli Serdang 2014. Badan Pusat Statistik. Sumatera Utara

Dartavia, Z. (2003). Analisis Peranan Sektor Pertanian Dalam Pembangunan Wilayah (Studi Kasus: Wilayah Pembangunan Barat Kabupaten Bogor, Propinsi Jawa Barat). Skripsi. Institut Pertanian Bogor.

Dinas Tanaman Pangan. (2012). Pedoman Pelaksanaan Program Peningkatan Produksi, Prduktivitas dan Mutu Tanaman Pangan Untuk mencapai Swasembada dan Swasembada Berkelanjutan. Ditjen Tanaman Pangan, Kementrian Pertanian, Jakarta.

Endo. (2008). Potensi Wilayah Komoditi Pertanian Dalam Mendukung Ketahanan Pangan Berbasis Agribisnis Kabupaten Banyumas. Tesis. Universitas Diponegoro. Semarang.

Hendayana, R. (2003). Aplikasi Metode Location Quotient (LQ) Dalam Penentuan Komoditas Unggulan Nasional. J. Informatika Pertanian. 12.

Jhingan, M.L. (2008). Ekonomi Pembangunan dan Perencanaan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Sjafrizal. (2008). Ekonomi Regional (Teori dan Aplikasi). Padang: Baduose Media.

Soekartawi. (2005). Prinsip Agribisnis: Teori dan aplikasinya. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada

Sukino, S. (2008). Makro Ekonomi. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Tarigan, R. (2005). Ekonomi Regional, Teori dan Aplikasi. Jakarta: Bumi Aksara.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International Public License