Analisis Location Quotient (LQ) Tanaman Cabai Besar (Capsicum annuum L.) di Provinsi Sumatera Utara

Brama Caridio Subambhi, Siti Mardiana, Faoeza Hafiz Saragih

Abstract


North Sumatra Province is a province that has a potential horticulture sector, which is a large chili plant, which is a long-term development program for 2016-2045, which was delivered at the Agricultural Development Planning Consultation (Musrenbangtan). Commodities priority becomes the main focus is the development of horticultural commodities chili, onion and garlic. This can be seen in the data from the Central Statistics Agency (BPS) of North Sumatra Province. The purpose of this study is to find out which regency is the base for large chili plants in North Sumatra Province. The analytical method used is, Location Quotient (LQ) Analysis with the data used in this study is secondary data. The planting area of large chilli plants and the production of large chili plants during the last ten years from 2007 to 2016. The results of the Location Quotient (LQ) Analysis show that the sector of the base for large chilli planting area has 5 highest districts, namely, Batu-Bara Regency, Phak-paak Bharat Regency, Dairi Regency, Humbang Hasundutan Regency, North Padang Lawas Regency. there are 5 highest chilli production base sectors, namely. District of Phak-pak Bharat, Batu Bara Regency, Mandailing Natal District, Langkat Regency and Nias Regency.

Keywords


Chili, Location Quotient (LQ), Basis Sectors

Full Text:

PDF

References


Adetiya, N., Hutapea, S., & Suswati, S. (2017). Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Cabai Merah (Capsicum annum L.) Bermikoriza Dengan Aplikasi Biochar Dan Pupuk Kimia. Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian, 1(2), 126-143. doi:https://doi.org/10.31289/agr.v1i2.1130

Agustina, R. (2014). Analisis Strategi Pengembangan Sektor Pertanian Di Kabupaten Magelang Pasca Erupsi Merapi. Publikasi Karya Ilmiah. Universitas Muhammadiya Surakarta

Dalimunthe, B.M., Azwan, A., & L. Panggabean, E. (2017). Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Cabai (Capsicum annum L.) Terhadap Pemberian Pupuk Organik Pada Berbagai Media Tanam. Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian, 1(1), 1-11. doi:https://doi.org/10.31289/agr.v1i1.1097

Bafadal, A. (2014). Analisis Sektor Basis Pertanian Untuk Pengembangan Ekonomi Daerah. Universitas Hulu Oleo Kendari. Kendari. Volume. 24 No. 2

BPS Provinsi Sumatera Utara. (2017). Provinsi Sumatera Utara dalam Angka 2017. Badan Pusat Statistik. Sumatera Utara

Eliyatiningsih, E., & Mayasari, F. (2019). EFISIENSI PENGGUNAAN FAKTOR PRODUKSI PADA USAHATANI CABAI MERAH DI KECAMATAN WULUHAN KABUPATEN JEMBER. JURNAL AGRICA, 12(1), 7-16. doi:https://doi.org/10.31289/agrica.v12i1.2192

Harahap, M R. (2014). Analisis Sub Sektor Unggulan Yang Berdaya Saing Pada Sektor Pertanian Di kabupaten Langkat. Universitas Negeri Medan. Medan. Vol. 11 No. 2

Hendayana, R. (2003). Aplikasi Metode Location Quotient (LQ ) Dalam Penentuan Komoditas Unggulan Nasional. Jurnal Informatika Pertanian. Vol. 12.

Hidayah, I, (2010). Analisis Prioritas Komoditas Unggulan Perkebunan Daerah Kabupaten Buru (Pre-eminent Commodity Preference Analysis of Plantation of Sub-Province Buru). Jurnal AGRIKA, Volume 4, Nomor 1, Mei 2010.

http://m.gosumut.com/berita/baca/2017/03/31/2017-target-penanaman-cabai-di-sumut-cukup-ttinggi

http://medan.tribunnews.com/2016/12/28/genjot-produksi-cabai-dan-bawang-kementan-anggarkan-rp-737-miliar

http://medan.tribunnews.com/2017/02/24/tekan-pemicu-inflasi-dinas-pertanian-fokus-pengembangan-cabai-dan-bawang-merah

Hutauruk, D. (2018). POTENSI BAKTERI KITINOLITIK NR09 PADA BEBERAPA MEDIA PEMBAWA DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN JAMUR PATOGEN Sclerotium rolfsii dan Fusarium oxysporum PADA BENIH CABAI MERAH (Capsicum annuum L.). BIOLINK : Jurnal Biologi Lingkungan Industri Kesehatan, 4(2), 138-151. doi:https://doi.org/10.31289/biolink.v4i2.1182

Ilyasa, M., Hutapea, S., & Rahman, A. (2018). Respon Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens L) terhadap Pemberian Kompos dan Biochar dari Limbah Ampas Tebu. Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian, 3(1), 39-49. doi:https://doi.org/10.31289/agr.v3i1.1119

Iyan, R. (2014). Analisis Komoditas Unggulan Sektor Pertanian Di Wilayah Sumatera. Jurnal. Universitas Riau.

Laporan Kinerja Derektorat Jenderal Hortikultura tahun 2016

Larasati, N.D. (2017). Analisi Sektor Basis dan Sektor Unggulan Pembangunan Daerah dan Strategi Pengembangannya (Studi Kasus Di Kabupaten Malang). Naskah Publikasi Karya Ilmiah. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Yogyakarata

Musrembangtan, (2017). Derektorat Jenderal Hortikultura tahun 2017.

Sihotang, S., Renfiyeni, R., Suliansyah, I., & Jamsari, J. (2019). Induksi Kalus dengan BAP (Benzylaminopurin) dan IAA (Indoleacetic acid) pada Tanaman Cabai (Capsicum annuum L.) Lokal Genotipe Lotanbar Sumatera Barat. Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian, 3(2), 67-74. doi:https://doi.org/10.31289/agr.v3i2.2547

Syahputra, E., Astuti K, R., & Indrawaty, A. (2017). Kajian Agronomis Tanaman Cabai Merah (Capsicum annum L.) Pada Berbagai Jenis Bahan Kompos. Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian, 1(2), 92-101. doi:https://doi.org/10.31289/agr.v1i2.1127




DOI: https://doi.org/10.31289/jiperta.v2i2.357

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Fakultas Pertanian
Universitas Medan Area
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License