Analisis Hukum Tentang Tindak Pidana Seksual Yang Terjadi Di Kota Medan (Study PutusanNomor : 1840/Pid.B/2014/PN.Mdn)

Mhd. Hendara Adha, Edi Warman, Triono Eddy

Abstract


This article discusses how the law arrangements in the juvenile justice in the process of resolving the case, How restorative justice restrictions in law enforcement in Indonesia and How the application of Restorative justice law in the process of settlement of criminal case in Criminal Law in Indonesia. This type of research is normative juridical that describes reviewing and explaining and analyzing normative provisions associated with restorative justice applicable in Indonesia. From the above discussion that restorative justice in the settlement of criminal acts committed by children is very concerned in rebuilding relations after the occurrence of criminal acts, rather than exacerbate the rift between the perpetrators, victims and the community which is the character of the current modern criminal justice system. The restorative criminal justice process holds the view that realizing justice is not only a matter of government and criminality, but more than that it must provide justice in totality that can not ignore the interests and rights of victims and society. Implementation of the principle of restorative justice and the process of diversion as an effort to solve crimes committed by children in formal juridical has been set clearly and firmly in Law Number 11 Year 2012 about kids of justice.

Keywords


Child, Restorative Justice, Enforcement.

Full Text:

PDF

References


Adrian. (2015). Penegakan hukum terhadap sistem peradilan pidana. Onlilne. Diakses melalui http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/32820/4/Chapter%20I.pdf pada tanggal 12 April 2015.

Dermawan, A. (2019). Peran Dinas P2KBP3 Kabupaten Asahan dalam Memberikan Perlindungan Hukum Terhadap Perempuan dan Anak. DOKTRINA: JOURNAL OF LAW, 2(1), 32-44. doi:https://doi.org/10.31289/doktrina.v2i1.2381

Doni. (2015). Keadilan Restoratif dikaitkan dengan tindak pidana pembunuhan. Online. Diakses melalui repository.maranatha.edu pada tanggal 10 Juni 2015.

Fithri, B. S. (2018). Pendekatan Integral Penal Policy dan Non Penal Policy dalam Penanggulangan Kejahatan Anak. DOKTRINA: JOURNAL OF LAW, 1(2), 69-89. doi:https://doi.org/10.31289/doktrina.v1i2.1922

Gultom, M. (2006). Perlindungan Hukum Terhadap Anak. Bandung: Refika Aditama.

Hia, H,, Mulyadi, M., & Siregar, T. (2019). Perlindungan Hukum Terhadap Anak Korban Kekerasan: Studi Kasus Putusan Pengadilan Negeri Gunungsitoli. ARBITER: Jurnal Ilmiah Magister

Hukum, 1(2): 117-125.

Manan, A. (2005). Aspek Aspek Pengubah Hukum. Jakarta. Prenada Media Group.

Mudzakir. (2013). Analisis Restorative Justice: Sejarah, Ruang Lingkup dan Penerapannya. Jakarta: tanpa penerbit.

Mufidah. (2006). Haruskah Perempuan dan Anak Dikorbankan. Papringan: Pilar Media.

Nawawi, M.B. (1992). Teori Teori dan Kebijakan Pidana. Bandung: Alumni.

Poernomo, B. (1981). Pokok Pokok Tata Cara Peradilan Pidana di Indonesia dalam Undang-Undang No. 8 tahun 1981. Jakarta: Liberty.

Romli, A. (2003). Peradilan Anak di Indonesia. Bandung: Mandar Maju.

Sahetapy, J. E. (2007). Pidana Mati dalam Negara Pancasila. Jakarta: PT Citra Ditya Bakti.

Sidabutar, R. & Suhatrizal. (2018). Perlindungan Hukum terhadap Anak yang Melakukan Tindak Pidana Pencabulan pada Putusan No.2/pid.sus/2014PN.Mdn. Jurnal Ilmiah Penegakan Hukum, 5 (1): 22-31.

Silalahi, A. Marlina & Eddy, T. (2019). Analisis Hukum Terhadap Pembinaan Anak Pidana Di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas I Medan. ARBITER: Jurnal Ilmiah Magister Hukum, 1(1) 2019: 31-41.

Silitonga, D., & Zul, M. (2014). PENERAPAN HUKUM TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA PENCABULAN ANAK DI BAWAH UMUR (Studi Pengadilan Negeri Binjai). JURNAL MERCATORIA, 7(1), 58-79. doi:https://doi.org/10.31289/mercatoria.v7i1.660

Simanjuntak, M., Januari S., dan Isnaini, (2010), Peran Polri dalam Penyidikan Tindak Pidana Kekerasan Seksual dalam Rumah Tangga (Studi di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Sat Reskrim Polresta Tebing Tinggi), Mercatoria, 3 (2):102-116

Simatupang, R. (2015). Peran lembaga pemasyarakatan dalam Sistem Peradilan Pidana. Online. Diakses melalui http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/29932/3/Chapter%20II.pdf pada tanggal 12 April 2015.

Sipahutar, A. (2019). Tinjauan Yuridis Terhadap Perlindungan Anak Dari Hasil Perkawinan Siri Yang Ditelantarkan Menurut Hukum Islam Dan Undang-Undang Perlindungan Anak. DOKTRINA: JOURNAL OF LAW, 2(1), 66-82. doi:https://doi.org/10.31289/doktrina.v2i1.2383

Soekanto, S. (1999). Pengantar Penelitian Hukum. Yogyakarta: UII Press 1986.

Wadong, M.H. (2000). Pengantar Advokasi dan Hukum Perlindungan Anak. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia.

Zai, A., Taufik S., dan Dedy I., (2011), Perlindungan Hukum Terhadap Anak yang Berhadapan dengan Hukum dalam Sistem Peradilan Anak, (Studi pada Wilayah Hukum Polres Nias), Mercatoria, 4 (2): 86-103




DOI: https://doi.org/10.31289/arbiter.v2i2.135

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 ARBITER : Jurnal Ilmiah Magister Hukum

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Arbiter: Jurnal Ilmiah Magister Hukum

Program Pascasarjana Magister Hukum, Universitas Medan Area
Email: arbiter@uma.ac.id
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License